Selasa, 11 Desember 2018

Moeldoko: Banyak IPO di BEI Penanda Investor Yakin Ekonomi Kuat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyatakan banyaknya perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melakukan IPO menumbuhkan keyakinan para investor bahwa kondisi ekonomi nasional dalam kondisi baik. Saat menghadiri pembukaan perdagangan saham di BEI hari ini, Moeldoko menyebutkan, kondisi ekonomi di dalam negeri saat ini sangat kuat.

    Baca: OJK ke Investor: Valuasi Saham Sudah Rendah, Kenapa Tidak Dibeli?

    Adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini, menurut Moeldoko, murni karena faktor eksternal. "Ada dampak dari krisis di Argentina, Turki, perang dagang antara Cina dan AS serta faktor global lainnya. Kami tegaskan ekonomi aman," ucapnya, Selasa, 18 September 2018.

    Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko menyindir pihak yang menyalahkan pemerintah yang selalu beralasan bahwa pelemahan rupiah ini karena faktor global. Ia menilai argumentasi itu tidak berdasar.

    Pasalnya, menurut Moeldoko, sebuah negara selalu terkait dengan negara lain baik dari sisi politik dan ekonomi. Indonesia tak terlepas dari hal itu karena menjalin kemitraan dengan banyak negara.

    Sementara itu, terkait kondisi politik mantan Panglima TNI ini menjamin stabilitas akan terjaga kendati akan ada hajatan pemilihan presiden pada tahun mendatang. "Berkaca pada pilkada serentak kemarin ekonomi aman. Saya mantan Panglima TNI saya bisa memprediksi dan menganalisa. Kami jamin Pilpres aman."

    Keyakinan ini disampaikan Moeldoko di hadapan para pelaku pasar modal. Tak hanya sampai di situ, dia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memboyong investor ke Tanah Air.

    Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya  memperkirakan jumlah investor di pasar modal akan terus bertambah seiring layanan financial technology (fintech) yang terus berkembang. "Masifnya perkembangan ekonomi digital saat ini memberikan dampak positif bagi kemajuan pasar modal Indonesia," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djayadi akhir Agustus lalu.

    Maraknya bisnis perdagangan berbasis elektronik dan aplikasi (e-commerce), serta pesatnya perkembangan layanan teknologi finansial, membuat akses masyarakat berinvestasi pasar modal semakin mudah dan cepat.

    Baca: Pasar Saham Gonjang Ganjing, OJK Kumpulkan Investor

    Dengan begitu, diharapkan ke depannya dapat meningkatkan jumlah investor pasar modal berikut investor reksa dana yang per akhir Juli 2018 berjumlah 1.369.810 single investor identification (SID) atau semacam identitas investor terdaftar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.