Pupuk Indonesia Targetkan Ekspor Rp 8,31 Triliun Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN, Rini M Soemarno,  Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Aas Asikin Idat dan Dirut PT. Pusri Palembang Mulyono Prawiro meninjau Pabrik Pusri Palembang, 11 Mei 2018. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Menteri BUMN, Rini M Soemarno, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Aas Asikin Idat dan Dirut PT. Pusri Palembang Mulyono Prawiro meninjau Pabrik Pusri Palembang, 11 Mei 2018. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Bontang - PT Pupuk Indonesia menargetkan penjualan ekspor hingga sebesar Rp8,31 triliun sepanjang tahun 2018 yang juga sebagai upaya mendorong ekspor guna memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

    Baca juga: Pupuk Indonesia Kembangkan Proyek NPK 24 Juta Ton

    "Kita tetap harus mengutamakan kebutuhan dalam negeri apakah itu subsidi atau nonsubsidi, sisanya baru dipasarkan ke luar negeri," kata Rini saat melepas secara simbolis ekspor urea sebanyak 20.000 ton ke Filipina dari Pelabuhan PT Pupuk Kaltim di Bontang, Selasa, 18 September 2018.

    Menurut Rini, kebanyakan sasaran ekspor dari produk tersebut adalah negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara seperti Filipina, Kamboja, Thailand, dan Myanmar.

    Menteri BUMN juga menuturkan bahwa pengiriman ekspor yang dilakukan dari Pupuk Kaltim merupakan hal yang efisien karena lokasinya yang dinilai sangat strategis guna melakukan ekspor.

    "Pupuk Indonesia Grup merupakan satu dari sejumlah BUMN yang selalu mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional melalui ekspor produk yang kualitasnya telah diakui," katanya.

    Ia menegaskan bahwa ekspor ini pun dilakukan setelah memastikan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

    Sementara itu Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat memproyeksikan dapat mengekspor pupuk Urea, Amoniak dan NPK hingga akhir 2018 dengan nilai Rp8,31 trilliun.

    Aas Asikin Idat menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga penjualan ekspor sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa Negara dan kembali memperkuat nilai rupiah.

    Dirut Pupuk Indonesia menegaskan bahwa penjualan ekspor tersebut dilakukan setelah mendapatkan izin ekspor dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk sektor subsidi dalam negeri dan stok minimal sesuai ketentuan yang diatur Permendag Nomor 15 Tahun 2013.

    Sepanjang Januari-Agustus 2018, Pupuk Indonesia telah mencatatkan penjualan ekspor sebesar 1.081.425 ton yang terdiri dari 616.294 ton Urea, 371.841 ton Amoniak dan 93.290 ton NPK atau dengan total senilai Rp 4,55 trilliun.

    Sebagai produsen pupuk terbesar di Asia Tenggara, Pupuk Indonesia menguasai pasar pupuk Negara-Negara di Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, Malaysia, Timor Timor dan Singapore dengan total ekspor sebesar 507.694 ton Urea, 126.170 ton Amoniak, dan 21.301 ton NPK atau senilai Rp2,67 triliun.

    Selain Asia Tenggara, wilayah Asia Timur seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan masih menjadi tujuan ekspor tertinggi untuk produk-produk tersebut. Tidak hanya wilayah Asia, namun produk Pupuk Indonesia pun telah masuk ke pasar negara Yordania, AS, Afrika Selatan, Cile, Puerto Rico dan Peru.

    Selain Dirut Pupuk Indonesia, Rini Soemarno juga didampingi Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro, Deputi Jasa Keuangan, Survey dan Konsultan Gatot Trihargo, Deputi Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah dan Staf Khusus III Menteri BUMN Wianda Pusponegoro.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.