Rabu, 19 September 2018

Garuda Batalkan Penerbangan ke Hong Kong Akibat Topan Mangkhut

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Topan Mangkhut menghantam kota Baggao di provinsi Cagayan Filipina utara, Sabtu, 15 September 2018.

    Topan Mangkhut menghantam kota Baggao di provinsi Cagayan Filipina utara, Sabtu, 15 September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia terpaksa membatalkan empat penerbangan dari dan menuju Hong Kong sejak Sabtu hingga Minggu, 16 September 2018. Pembatalan tersebut terjadi karena adanya peringatan dari otoritas bandara Hong Kong mengenai potensi terjadinya Topan Mangkhut di Hong Kong.

    Baca juga: Ari Askhara Ditunjuk Jadi Dirut Garuda Indonesia, Gantikan Pahala

    Situasi tersebut mengakibatkan seluruh penumpang Garuda Indonesia dari ataupun ke Hong Kong mengalami pembatalan jadwal penerbangan.

    “Penumpang dapat melakukan reschedule jadwal penerbangannya,” kata Hengki Heriandono, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia pada keterangan tertulis, Ahad.

    Dilansir dari situs Reuters, Hong Kong memang tengah dilanda topan super berkekuatan 200 kilometer per jam (125 mph) pada Minggu pagi ini yang berputar-putar melewati kota yang terletak di bagian tenggara tiongkok tersebut. Topan itu meluncur ke pantai Cina dan menjadi kuat di atas Laut Cina Selatan setelah melanda Filipina dan menewaskan setidaknya 29 orang.

    Dengan memastikan kembali jadwal penerbangannya melalui call center Garuda Indonesia di nomor 021-23519999 dan 0804 1 807 807, para penumpang yang tertunda penerbangan tersebut dapat mengganti jadwal keberangkatan mereka.

    “Penumpang juga diimbau untuk memastikan nomor kontak atau alamat e-mail yang tercantum pada tiket agar kami dapat menghubungi apabila terjadi perubahan jadwal penerbangan,” kata VP Corporate Secretary Garuda tersebut.


    CANDRIKA RADITA PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.