Armida Alisjahbana Ditunjuk Jadi Sekretaris Eksekutif di PBB

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Armida Alisjahbana. Tempo/Charisma Adristy

    Armida Alisjahbana. Tempo/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa atau PBB António Guterres mengumumkan penunjukan Armida Salsiah Alisjahbana sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik.

    Baca: PBB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2018 Stabil, Ini Sebabnya

    Berdasarkan keterangan di situs resmi PBB, Armida akan menggantikan Shamshad Akhtar dari Pakistan. "Sebelum serah terima jabatan, posisi sekretaris eksekutif akan dijabat sementara oleh Hongjoo Hahm sebagai pelaksana tugas," ujar Guterres, Sabtu, 15 September 2018.

    Armida yang mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional saat ini aktif sebagai guru besar Fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran, Bandung.  Ia mulai mengajar di Universitas Padjadjaran sejak 1988.

    Sejak 2016, Armida juga menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Pembangunan Berkelanjutan di Unpad dan Wakil Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Ia pun aktif di Dewan Pengurus Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan anggota dari Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Forum Masyarakat Statistik Indonesia, Dewan Penasihat Internasional Buletin Kajian Ekonomi Indonesia, serta Anggota Dewan Asosiasi Ilmu Pengetahuan Regional Internasional.

    Di pemerintahan, Armida menjabat Kepala Bappenas selama lima tahun, sejak 2009-2014. Pada 2012-2014, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Global Partnership for Effective Development Coorperation. Dia juga pernah menjadi Gubernur Alternatif Bank Dunia dan Gubernur Alternatif Bank Pembangunan Asia yang mewakili pemerintah Indonesia pada Tahun 2009 hingga 2014.

    Pada 2016, Armida adalah anggota tim penasihat independen tingkat tinggi untuk mendukung dialog Dewan Ekonomi dan Sosial soal posisi jangka panjang sistem pembangunan PBB untuk pembangunan berkelanjutan hingga 2030. Armida juga terlibat di banyak proyek riset dan konsultasi untuk milik PBB di Tokyo, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), hingga International Labor Organization (ILO).

    Wanita kelahiran Bandung, 58 tahun silam, itu meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Indonesia, gelar master bidang ekonomi di Northwestern University, Amerika Serikat (AS) dan PhD di University of Washington, AS. 

    Baca: Daerah Belum Siap Pungut PBB Sendiri

    Armida pernah diganjar penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana, dari Presiden Republik Indonesia 2014. Ia juga diganjar Brevet Kehormatan Hiu Kencana, Kepala Staff TNI AL 2014, dan Wing Penerbang Kehormatan, dari Kepala Staf TNI Angkatan Udara 2013.

    Simak berita menarik lainnya terkait PBB hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.