Rabu, 14 November 2018

Menteri Perdagangan Dorong Industri Tekstil Penuhi Pasar Nasional

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memeriksa kualitas beras medium Bulog seharga Rp 8.950 per kg saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. Pada sidak kali ini, Enggartiasto mendatangi tiga pasar tradisional di Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memeriksa kualitas beras medium Bulog seharga Rp 8.950 per kg saat sidak di Pasar Astanaanyar, Bandung, Jumat, 1 Juni 2018. Pada sidak kali ini, Enggartiasto mendatangi tiga pasar tradisional di Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong agar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri berkemampuan memenuhi kebutuhan sandang nasional.

    Baca juga: Menteri Perdagangan: PPh Barang Impor Naik Tak Langgar Aturan WTO

    "Jangan pernah tidak siap memenuhi pasar dalam negeri. Saya mengajak semua industri TPT nasional penuhi ini," kata Enggar saat menghadiri Sosialisasi Roadmap TPT dan Dialog Tekstil Nasional 2018 di Bandung, Jumat, 14 September 2018.

    Enggartiasto menjelaskan, terdapat peluang besar investasi TPT di dalam negeri. Sebab, pasar domestik Indonesia yang begitu besar, tetapi belum semua dimanfaatkan industri nasional. Sedangkan serbuan impor produk asal Cina sebagai dampak dari perang dagang negara itu dengan Amerika Serikat masih membayangi Indonesia.

    "Justru di kondisi saat ini kita mendorong betul industri dalam negeri mengisi pasar kita. Karena pada saat kebutuhannya ada, barang dari luar masuk, itu tidak mungkin kita berhentikan," ujar Enggar. 

    Enggar menambahkan bahwa industri TPT nasional belum sanggup mengisi seluruh pasar domestik. Sementara di sisi lain mereka memiliki peluang ekspor yang besar.

    Untuk itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) tengah menyusun peta jalan atau roadmap agar kedua peluang tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

    "Mereka melalui roadmap itu nanti menyampaikan ke pemerintah, apa yang dibutuhkan, iklim usaha seperti apa baik yang dapat mencapai target ekspor maupun memenuhi pasar domestik," ungkap Enggar.

    Ia akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelaku usaha.

    "Saya tidak akan sendiri, saya akan bersama kolega saya seperti Menteri Perindustrian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk mewujudkan itu," kata Menteri Perdagangan.  

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?