Rabu, 14 November 2018

Frontier dan Tempo Gelar Penghargaan Daerah Terbaik Investasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengerjakan pembangunan gedung bertingkat di daerah Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (26/8). Pemerintah menilai kinerja investasi belum sepenuhnya pulih pasca krisis global sehingga belum menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Tempo/Panca Syurk

    Pekerja mengerjakan pembangunan gedung bertingkat di daerah Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (26/8). Pemerintah menilai kinerja investasi belum sepenuhnya pulih pasca krisis global sehingga belum menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Tempo/Panca Syurk

    TEMPO.CO, Jakarta - Frontier Consulting Group dan Tempo Media Group mengelar acara malam penganugerahan daerah yang paling menarik untuk tujuan investasi di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang. Malam penganugerahan akan dilakukan di Ballroom Mutiara 2 dan 3, Hotel JW Marriot, Jakarta, pada Jumat, 14 September 2018.

    Baca: Tempo, Kibar, dan Kumpul Luncurkan Coworking Space 

     
    "Frontier Consulting Group dan Tempo Media Group bermaksud melakukan pengukuran dan observasi terhadap daya tarik setiap daerah di Indonesia," kata CEO Frontier Group Handi Irawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2018.
     
    Handi mengatakan rencananya, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo bakal hadir dan menjadi pembicara kunci. Sebelum mengelar malam penganugrahan tersebut, Frontier dan Tempo telah lebih dulu mengelar survei, observasi dan pengukuran untuk menilai provinsi, kabupaten/kota. Observasi dan pengukuran itu kemudian digunakan untuk menyusun Indonesia's Attractiveness Index atau IAI bagi seluruh daerah nominasi. 
     
    Adapun pengukuran IAI 2018 ini menggunakan empat dimensi yaitu investasi, infrastruktur, pariwisata dan pelayanan publik. Seluruh dimensi penilaian dilakukan berdasarkan data primer maupun data sekunder. Data sekunder untuk dimensi investasi, infrastruktur dan pariwisata berasal dari berbagai instansi seperti BKPM, BPS, Bank Indonesia dan kementerian-kementerian. 
     
    Selain itu, kata Handi juga dilakukan analisa digital dan media sosial terhadap masing-masing kabupaten dan kota yang masuk nominasi. "Dalam pengukuran IAI ini, ada dua macam indeks yang disusun. Pertama indeks IAI terbaik yang diperoleh dari nilai absolut masing-masing atribut untuk data tahun terakhir. Kedua, indeks IAI potensial yang diperoleh dari nilai pertumbuhan masing-masing atribut selama tiga sampai lima tahun terakhir," kata Handi. 
     
    Handi mengatakan dalam penilaian IAI ini, tim juri tak menilai seluruh daerah provinsi, kabupaten/kota. Sebab, daerah yang dinilai menggunakan kriteria IAI harus lebih dahulu lolos menjadi daerah nominasi dengan syarat memiliki tiga kriteria. 
     
    Ketiga kriteria tersebut, yaitu, pertama kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi di atas 20 persen atau PDRB di atas rata-rata PDRB koridor. Kedua, pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata pertumbuhan per koridor atau PDRB per kapita lebih besar dari rata-rata PDRB per kapita koridor. Ketiga, kabupaten/kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAI pada tahun 2017. 
     
    Dari ketiga kriteria tersebut, terdapat 137 Kabupaten/kota yang lolos nominasi. Provinsi yang lolos nominasi ada 34 provinsi yaitu provinsi. Dari 137 nominasi dipilih 16 kabupaten, 16 kota dan 16 provinsi untuk mengikuti  presentasi dan penjurian.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?