Rabu, 26 September 2018

Sri Mulyani Minta ASEAN Bantu Negara Anggota yang Sulit Bersaing

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri  World Economic Forum on ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri World Economic Forum on ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. REUTERS/Kham

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ASEAN sebagai organisasi harus bisa mengakomodasi negara anggota yang kalah akibat perubahan ekonomi global. Dia mengatakan tugas yang paling penting untuk ASEAN adalah menyusun platform yang baik bagi setiap negara anggota untuk berpartisipasi, membuat kemajuan yang sama, kemajuan yang kuat menuju kemakmuran.

    Baca: Pajak Disesuaikan, Sri Mulyani: Harga Barang Impor Naik 20 Persen

    "Ini bukan hanya liberalisasi demi liberalisasi itu sendiri, (atau) mengurangi hambatan pada hambatan tarif atau non-tarif. Kita juga harus belajar dari apa yang sebenarnya terjadi di negara-negara maju, bahwa Anda juga perlu mengatasi masalah 'si kalah'," kata Sri Mulyani seperti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

    Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani saat melakukan sesi wawancara dengan The Straits Time di sela-sela acara World Economic Forum atau WEF untuk ASEAN di Hanoi, Vietnam pada Rabu, 12 September 2018.

    Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga menyampaikan pentingnya ASEAN sebagai organisasi membentuk jaring pengaman bersama. Dengan keberadaan jaring pengaman ini bisa memungkinkan negara yang tertinggal secara ekonomi bisa ikut mengejar.

    Sri Mulyani juga menyinggung mengenai transformasi ekonomi yang juga dipengaruhi oleh perubahan teknologi. Kondisi itu, kata dia, juga telah memperlebar jurang pemisah antara yang kaya dan tidak punya. Oleh karena itu, ia berharap ASEAN mau terlibat untuk memikirkan integrasi dan strategi macam apa yang bisa mengurai atau meminimalisir persoalan ini.

    Mengenai hal ini, Sri Mulyani mencontohkan langkah Indonesia yang terlibat di dalam proses membuat kemajuan bersama tersebut. Para pembuat kebijakan di Indonesia, kata Sri Mulyani, semakin mempercepat apa yang diperlukan untuk mendukung wirausahawan ekonomi baru.

    Misalnya, Sri Mulyani mencontohkan seperti startup perusahaan pembayaran dan pembayaran digital Go-Jek yang juga meluncurkan operasinya di Hanoi sebagai Go-Viet.

    Baca: Hitungan Plus Minus Sri Mulyani Tiap Rupiah Melemah Rp100 per USD

    Sri Mulyani pun mengaku bahwa pemerintah selama ini tidak berpura-pura bahwa pihaknya tahu segalanya. "Kami belajar dari orang lain. Kami menyesuaikan. Kami mendengarkan, kami terlibat dan kami berkomunikasi sehingga kami akan selalu dapat menyesuaikan kebijakan dengan cara yang positif," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.