Rabu, 14 November 2018

2 Direktur Pertamina Diganti, Kementerian BUMN: Untuk Penyegaran

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laba, Pajak, dan Deviden dalam Kinerja BUMN Kuarta 3 2017

    Laba, Pajak, dan Deviden dalam Kinerja BUMN Kuarta 3 2017

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN resmi menetapkan dua direktur baru di tubuh PT Pertamina (Persero). Keduanya yakni Pahala Nugraha Mansury sebagai Direktur Keuangan dan Ignatius Tallulembang sebagai Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia.

    Baca: Pertamina Resmikan BBM Satu Harga di Jayawijaya dan Tolikara

    Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan penetapan ini merupakan bagian dari perputaran direksi untuk menyegarkan sekaligus memperkuat BUMN.

    "Kami melihat ini sesuai kebutuhan serta kemampuan dari individu sendiri. Sehingga, alasan pergantian antar jajaran direktur di perusahaan BUMN lebih pada kebutuhan dalam menghadapi tantangan terhadap BUMN ke depannya," kata Fajar Harry seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 13 September 2018.

    Fajar mengatakan penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) oleh Kementerian. Adapun keputusan tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-242/MBU/09/2018, tertanggal 13 September 2018, tentang Pemberhentian, Pengalihan Penugasan dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina.

    Sebelum menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina, Pahala Mansury telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sejak April 2017. Namun, pada Rabu, 12 September 2018 lalu Pahala telah resmi dicopot dari jabatanya sebagai direktur utama tersebut. Pahala diketahui juga pernah menjabat sebagai direktur di Bank Mandiri pada 2010.

    Sementara itu, Ignatius Tallulembang merupakan pejabat karir yang telah lama berada di Pertamina. Tallulembang diketahui sudah memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di perusahaan pelat merah ini. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain Vice President Refining Project Pertamina dan Komisaris PT Pertamina Lubricants.

    Fajar mengatakan, selain mengangkat direktur baru, RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Gigih Prakoso dan Arief Budiman. Menurut Fajar, surat pemberhentian keduanya telah diterima, dan perusahaan mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional Pertamina.

    Baca: ESDM Bakal Wajibkan Kontraktor Asing Tawarkan Minyak ke Pertamina

    Arief Budiman menjabat sebagai Direktur Keuangan Pertamina sejak 2014 – 2018. Kini Arief diketahui akan berpindah posisi sebagai Direktur Utama PT Danareksa. RUPSLB juga mengalihkan penugasan Heru Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Megaproyek Petrokimia dan Pengolahan menjadi Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko, menggantikan Gigih Prakoso yang saat ini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?