Rabu, 14 November 2018

Berkelling Hanoi dengan Go-Jek versi Vietnam

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konvoi pengemudi Go-Jek versi Vietnam yaitu Go-Viet mengelilingi kota Hanoi, Rabu pagi, 12 September 2018. (Khairul Anam / Tempo)

    Konvoi pengemudi Go-Jek versi Vietnam yaitu Go-Viet mengelilingi kota Hanoi, Rabu pagi, 12 September 2018. (Khairul Anam / Tempo)

    TEMPO.CO, HanoiGo-Jek meluncurkan layanannya di Hanoi, ibu kota Vietnam, hari ini, Rabu, 12 September 2018. Sebelum peluncuran, tadi pagi, kami, 11 jurnalis dari Indonesia berkesempatan mengelilingi sebagian kota Hanoi menggunakan Go-Jek versi Vietnam yaitu Go-Viet.

    Baca: 10 Hari Beroperasi, Go-Jek Raup 15 Persen Pangsa Pasar di Vietnam

    Para pengemudi Go-Viet mengajak kami berkeliling kota menggunakan sepeda motor. Beberapa pengemudi masih menggunakan sepeda motor lawas, seperti Honda Astrea, yang di Vietnam dipasarkan dengan merek Honda Super Dream.

    Mereka menjemput kami sejak pukul sembilan pagi. Waktu di Hanoi sama dengan Jakarta. Berangkat dari Hotel Melia, Hanoi, tujuan pertama kami adalah Dai Hai Restaurant, sebuah rumah makan di seberang Taman Co Tan, Distrik Hoan Kiem.

    Di rumah makan itu, kami berbincang dengan Nguyen Vu Duc, CEO Go-Viet. "Kami telah belajar dari gojek di indonesia. bersama gojek kami yakin bisa berikan dampak yang sama besarnya di Vietnam,” kata Nguyen Vu Duc.

    Seperti halnya Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia, sepeda motor masih menjadi alat transportasi yang dominan di Hanoi. Lalu lintas jalan juga kadang mengejutkan, terutama bagi kami yang terbiasa melewati jalanan Indonesia di lajur kiri. Di Vietnam, kendaraan melaju di sisi kanan.

    Usai mengaso sebentar di Dai Hai Restaurant, kami melaju menuju sebuah kafe bernuansa militer, Cong -- diambil dari nama tentara Vietcong. Letak kafe berada di seberang Hoan Kim Lake, danau yang menjadi landmark kota.

    Kami menyesap segelas kopi di kafe Cong sembari mendengar cerita tiga pengemudi Go-Viet yang baru narik hari ini. Ada banyak tumpukan buku bertema komunis, sosialis, dan potret sebuah keluarga era Perang Vietnam di Kafe Cong.

    Perjalanan berlanjut menuju sebuah rumah makan di pusat kota. Kami berhenti mengisi perut yang mulai kosong. Sesampainya di restoran, para pengemudi Go-Viet pamit.

    Perjalanan yang singkat. Tapi sudah cukup membuat merah jalanan Hanoi. Berbeda dengan Go-jek di Indonesia yang didominasi warna hijau, Go-Viet dominan dengan warna merah, sewarna dengan bendera negeri ini.

    Baca: Nadiem Minta Maaf Go-Jek Baru Ekspansi ke Papua Setelah 8 Tahun

    Hanoi merupakan kota kedua wilayah operasi Go-Viet. Sejak 1 Agustus lalu, mereka telah beroperasi di Ho Chi Minh City, kota terbesar Vietnam yang berada di sisi selatan. Vietnam adalah negara pertama ekspansi Go-Jek di luar Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?