Rabu, 14 November 2018

Di WEF 2018, Jokowi Ibaratkan Perang Dagang Seperti Thanos

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berjabat tangan dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Seusai lawatannya ke Korea Selatan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rombongan melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam. Luong Thai Linh/Pool via REUTERS

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berjabat tangan dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang dalam upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Seusai lawatannya ke Korea Selatan, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rombongan melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam. Luong Thai Linh/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan tokoh komik Marvel, Thanos, untuk menggambarkan ancaman yang dihadapi dunia saat ini. "Perang dagang tidak pernah meletus dengan intensitas sebesar ini sejak depresi besar pada tahun 1930-an, tetapi yakinlah, saya dan rekan-rekan ‘Avenger’ siap untuk mencegah Thanos memusnahkan setengah dari populasi," ungkap Presiden Jokowi dalam pidatonya di World Economic Forum ASEAN 2018 di Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018 seperti dikutip dari situs WEC.


    Baca:
     2020, Jokowi Ingin Nilai Perdagangan RI - Vietnam Capai USD 10 M

    "Kita harus mencegah perang dagang menjadi Infinity War," katanya, mengacu pada film Hollywood besutan Marvel tersebut.

    "Anda mungkin bertanya-tanya, siapa Thanos? Thanos bukan individu. Maaf mengecewakan Anda. Thanos ada di dalam kita semua. Thanos adalah keyakinan sesat bahwa agar berhasil yang lain harus menyerah. Ini adalah kesalahpahaman bahwa meningkatnya satu pihak berarti penurunan di pihak lain," kata Presiden Jokowi.

    "Infinity war tidak hanya tentang perang dagang tetapi tentang masing-masing dan setiap orang mempelajari kembali sejarah bahwa dengan kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan kita akan menikmati kelimpahan, kita akan menghasilkan bukan perang tanpa batas tetapi sumber daya yang tak terbatas."

    Presiden Jokowi juga menegaskan prospek Indonesia dalam Revolusi Industri 4.0. "Revolusi Industri 4.0 ini akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan daripada yang dihilangkan. Tidak hanya dalam jangka panjang, tetapi juga dalam jangka pendek," ungkapnya.

    "Revolusi Industri 4.0 ini tidak akan meningkatkan ketidaksetaraan tetapi malah akan menguranginya," ujar Jokowi.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Karier Stan Lee, Maestro Legendaris Marvel

    Pencipta komik superhero Marvel Comics, Stan Lee, meninggal akibat pneumonia di usia 95 tahun, Senin, 12 November 2018