Kamis, 15 November 2018

Bantah Sandiaga, Kementan: Harga Aneka Cabai dan Bawang Turun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Tradisional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pasar Tradisional. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan calon wakil presiden Sandiaga Uno yang mengisahkan cerita Ibu Lia dari Pekanbaru ihwal uang belanja Rp 100 ribu hanya dapat bawang dan cabai tak hanya viral dibicarakan netizen, tapi juga pemerintah. Pemerintah mengklaim berhasil menurunkan secara signifikan harga cabai dan bawang pada Agustus, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

    Baca: Viral Kisah Sandiaga soal 100 Ribu Hanya Dapat Bawang dan Cabai

    "Harga aneka cabai dan bawang di pasar induk dan pasar retail Jakarta cenderung turun dengan persentase signifikan pada Agustus dibanding Juli karena pasokan yang meningkat," kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Yasid Taufik, di Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

    Harga aneka cabai dan bawang yang dimaksud antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau. Yasid juga memaparkan, berdasarkan data dari Info Pangan Jakarta, harga bawang merah rata-rata di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) pada Agustus 2018 turun 17,2 persen jika dibandingkan dengan Juli 2018. "Hal ini disebabkan oleh naiknya pasokan bawang merah sebesar 22,2 persen pada bulan Agustus 2018."

    Lebih jauh, Yasid memaparkan sebaran harga bawang di pasar retail berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 40 ribu dengan kecenderungan harga bawang merah turun 2 persen sampai 19 persen. "Kecenderungan harga bawang putih pada Agustus lalu di beberapa pasar retail wilayah Jakarta Barat, Utara, dan Timur turun 1,4 persen hingga 12,6 persen," katanya.

    Sementara itu, rata-rata harga cabai merah besar di PIKJ pada Agustus 2018 turun 24,7 persen jika dibandingkan dengan Juli 2018. Meskipun pasokan cabai merah besar yang masuk turun 21,6 persen, Yasid mengatakan hal tersebut disebabkan oleh permintaan pedagang pasar retail akan cabai merah besar melebihi jumlah pasokan yang masuk di PIKJ.

    Adapun sebaran harga cabai merah besar di pasar retail Jakarta berkisar Rp 24 ribu sampai Rp 60 ribu dengan kecenderungan harga turun 5-36 persen. Berbanding lurus dengan cabai merah keriting, rata-rata harga di PIKJ bulan Agustus 2018 turun 7,9 persen dibanding bulan lalu. Penyebabnya adalah pasokan yang naik sebesar 0,5 persen.

    Sementara itu, harga cabai keriting terendah ada di Pasar Palmerah, yaitu Rp 24 ribu, sedangkan harga tertinggi di Pasar Gondangdia sebesar Rp 50 ribu. Kecenderungan harga di beberapa pasar retail bulan Agustus 2018 turun 5-20 persen.

    Kemudian harga cabai rawit merah di PIKJ turun 49,7 persen dibanding Juli 2018. Hal ini disebabkan oleh pasokan yang naik sebesar 49 persen pada Agustus 2018. Kecenderungan harga ini terjadi di hampir semua pasar retail Jakarta yang turun 7-36 persen.

    Komoditas cabai rawit hijau di PIKJ mengalami kenaikan harga sebesar 34,7 persen dibanding bulan Juli, padahal pasokan yang masuk sudah ditingkatkan sebesar 7,25 persen pada Agustus 2018. "Penyebabnya permintaan pedagang pasar retail akan cabai rawit hijau melebihi pasokan yang masuk ke PIKJ," ucap Yasid.

    Baca: Viral Kisah Sandiaga, Cek Daftar Belanjaan 100 Ribu via Situs Ini

    Hal tersebut, kata Yasid, berakibat pada kenaikan harga cabai rawit di pasar retail Jakarta sebesar 5 sampai 44 persen. Meski demikian, secara umum harga komoditas tidak dalam kondisi bergejolak.

    Yasid mengungkapkan turunnya harga pada komoditas cabai dan bawang terjadi karena ada sinergi berkelanjutan antara petani, pelaku usaha, stakeholder, dan pemerintah yang berjalan baik. Pernyataan tersebut secara tak langsung menanggapi tudingan Sandiaga Uno bahwa harga pangan melonjak di antaranya karena pelemahan rupiah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.