Jumat, 16 November 2018

Dicemooh Tempe Setipis Kartu ATM, Sandiaga: Itu Suara Rakyat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memberikan keterangan pers mengenai pandangan kondisi perekonomian bangsa saat ini di Rumah Kertanegara, Jakarta, 7 September 2018. Prabowo-Sandi bersama koalisi partai pengusungnya mengkritisi kondisi perekonomian bangsa saat ini pasca-melemahnya nilai tukar rupiah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memberikan keterangan pers mengenai pandangan kondisi perekonomian bangsa saat ini di Rumah Kertanegara, Jakarta, 7 September 2018. Prabowo-Sandi bersama koalisi partai pengusungnya mengkritisi kondisi perekonomian bangsa saat ini pasca-melemahnya nilai tukar rupiah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminta masyarakat tidak mencemooh atau mem-bully pernyataannya mengenai tempe setipis kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

    Baca: Respons Sandiaga Uno, Di Medsos Muncul Gerakan 100 Ribu Dapat Apa

    Menurut dia, hal itu adalah pernyataan yang disampaikan masyarakat langsung kepada dirinya. "Yang saya sampaikan itu adalah suara rakyat, kata demi kata itu yang disampaikan mereka," katanya di Glodok, Jakarta Barat, Selasa, 11 September 2018.

    Sebelumnya, pernyataan tempe setipis kartu ATM ramai diperbincangkan setelah Sandiaga melontarkan hal itu beberapa waktu lalu. Sandiaga mengatakan mendapat keluhan masyarakat tentang kondisi ekonomi. Salah satunya dari seorang warga bernama Yuli di Duren Sawit.

    "Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM. Ibu Yuli di Duren Sawit kemarin bilang jualan tahunya sekarang dikecilin ukurannya," ujar Sandiaga, Jumat pekan lalu.

    Sandiaga tak menampik bila ungkapan tempe setipis kartu ATM mungkin terkesan berlebihan. Namun, menurut dia, hal itu merupakan ekspresi jeritan masyarakat. "Apakah ini hiperbolis? Mungkin, tapi itu yang disampaikan masyarakat. Kita enggak boleh mem-bully," ucapnya.

    Menurut Sandiaga, munculnya cemoohan dari masyarakat membuktikan jurang sosial yang makin lebar. Masyarakat kelas menengah ke atas, kata dia, tidak bisa memahami kondisi masyarakat kelas menengah ke bawah.

    "Ini adalah diskoneksi antara pikiran kelas menengah ke atas dan apa yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah," tuturnya.

    Pernyataan Sandiaga tentang ukuran tempe di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar sebelumnya ramai diperbincangkan. Sejumlah pendukung calon presiden inkumben Joko Widodo menimpali pernyataan Sandiaga.

    Direktur Relawan Tim Sukses Koalisi Indonesia Kerja Maman Imanulhaq mengatakan pernyataan Sandiaga tak sesuai dengan kenyataan. Di jagat maya berseliweran meme sindiran mengenai pernyataan tempe setipis kartu ATM itu. "Saya sudah cek di warteg, tempe masih gede-gede betul," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?