Jumat, 16 November 2018

Beli Rumah Pertama? Tips Nomor Satu Harus Dipaksa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Mandiri Properti Expo 2018 yang diselenggarakan PT Bank Mandiri Persero Tbk bekerjasama dengan PT. Debindomulti Adhiswasti dan DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta di Jakarta Convention Center, Jakarta pada pada 5-13 Mei 2018. Pameran ini memberikan Grand Prize satu unit rumah bagi pengunjung yang beruntung. Dewi Nurita/Tempo

    Suasana Mandiri Properti Expo 2018 yang diselenggarakan PT Bank Mandiri Persero Tbk bekerjasama dengan PT. Debindomulti Adhiswasti dan DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta di Jakarta Convention Center, Jakarta pada pada 5-13 Mei 2018. Pameran ini memberikan Grand Prize satu unit rumah bagi pengunjung yang beruntung. Dewi Nurita/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Membeli rumah pertama bagi siapapun bukanlah sebuah perkara yang mudah. Bagaimanapun rumah akan menjadi aset dan bagian kebutuhan primer yang memerlukan komitmen besar bagi pembelinya. 

    Baca: Wijaya Karya Kaji Rencana Pembangunan 2.000 Rumah Rakyat Namibia

    Country Manager 99.co Indonesia Irvan Ariesdhana memberikan tips bagi calon pembeli rumah pertama. Berikut tipsnya:

     
    1. Harus Dipaksa

    Irvan mengatakan untuk akhirnya memutuskan membeli rumah pertama harus benar-benar dipaksakan dan jangan mempertimbangkan yang tidak-tidak.

    "Paksa saja, jadi terkadang begitu harus dipaksa beli nanti pasti ada aja rejekinya, seperi dulu tidak kebayang mendapatkan Rp100 juta lagi untuk pelunasan dari mana tapi pasti saya yakin ada aja kalau dijalanin," ujar Irvan seperti dilansir Bisnis.com, Senin 10 September 2018.

    1. Sesuaikan Kemampuan

    Ketika memilih rumah pertama walaupun dengan niat yang dipaksakan tetapi harus tetap memperhatikan kemampuan daya beli dari harga rumah yang ditawarkan.

    "Ya kalau kita mampunya untuk rumah dengan harga Rp500 juta jangan dipaksakan membeli rumah dengan harga Rp3 miliar sehingga memberatkan," kata Irvan.

    Irvan mengatakan mulai lah beli rumah pertama di usia semuda mungkin dan belilah rumah pertama dengan tujuan untuk ditempati atau sebagai tempat tinggal, bukan investasi.

    "Beli properti untuk ditempati yang kemudian pasti kita punya timbul tanggung jawab. Biasanya nanti kita menjadi lebih hati-hati di karir karena ingat masih ada cicilan," papar dia.

    1. Perhatikan Aspek Keterbangunan

    Dalam membeli rumah pertama baru tentunya, kita tidak menginkan rumah tersebut menjadi aset bodong yang tidak memiliki keterjelasan pembangunan atau tidak sesuai dengan yang ditawarkan.

    BacaGempa Lombok, PUPR Akan Bangun Kembali 3.500 Rumah yang Rusak

    Pembeli rumah pertama juga harus memperhatikan reputasi dan rekam jejak proyek dari pengembang rumah tersebut, walaupun pengembang dengan nama besar belum tentu terjamin.

    "Jangan tergesa-gesa, harus lihat sampai detail. Jangan melihat dari kemampuan belinya saja tetapi keterbangunannya juga harus diperhatikan," kata Irvan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?