Kamis, 20 September 2018

Jokowi: Perusahaan Korea di RI Pekerjakan 900 Ribu Orang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) memberikan hormat saat memimpin apel siaga NTB Bangun Kembali di lapangan Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 3 September 2018. Sebanyak 125 ribu unit rumah warga terdampak gempa Lombok dan Sumbawa ditargetkan selesai selama enam bulan. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) memberikan hormat saat memimpin apel siaga NTB Bangun Kembali di lapangan Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin, 3 September 2018. Sebanyak 125 ribu unit rumah warga terdampak gempa Lombok dan Sumbawa ditargetkan selesai selama enam bulan. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 di sela kunjungan kenegaraannya di Korea Selatan, Senin, 10 September 2018.

    Baca juga: 45 Tahun Indonesia-Korea Selatan, Jokowi Temui Moon jae-in

    Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa Korea dan Indonesia merupakan sahabat lama dan sudah banyak perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. "Perusahaan Korea beroperasi di Indonesia selama bertahun-tahun dan mempekerjakan 900 ribu tenaga kerja," katannya.

    Jokowi juga menyebut Korea Selatan adalah negara ketiga terbesar yang melakukan investasi di Indonesia. Di antaranya di bidang industri dasar seperti baja dan besi, petrokimia, dan aluminium.

    Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan ini merupakan rombongan terbesar yang diajak karena membawa 104 pengusaha ikut dalam forum ini sebagai tanda membaiknya hubungan dagang, investasi dengan Korea Selatan yang sangat baik.

    Ketua Kadin ini juga mengungkapkan bahwa masih banyak potensi-potensi perdagangan dan investasi antara Indonesia-Korea yang belum digali.

    "Kita, Indonesia sangat terbuka akan investasi yang masuk ke Indonesia," kata Rosan.

    Sedangkan Ketua Kadin Korea Selatan (Korean Chamber of Commerce and Industry) Yongman Park juga mengatakan masih banyak peluang berinvestasi di Indonesia. Karena itu, diperlukan kerja sama yang lebih erat lagi.

    Yongman berharap kunjungan Jokowi ke Korea Selatan bisa mendorong kerjasama kedua negara lebih dekat.

    Dia juga mengajak para pengusaha Korea untuk lebih berperan dalam pembangunan di Indonesia yang saat ini sedang giat melakukan pembangunan infrastruktur.

    Dalam Indonesia-Korea Business and Investment Forum, Jokowi didampingi beberapa menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala Badan Kreatif Triawan Munaf, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.