Rabu, 19 September 2018

Ditanya Solusi Melemahnya Rupiah, Sandiaga Uno: Akan Kami Bahas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri Malam Seni Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Taufiq Siddiq

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri Malam Seni Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup lemah sehingga rupiah anjlok.

    Baca juga: Cerita Rp 100 Ribu Bawang dan Cabai Sandiaga Uno Ternyata Serius

    Saat ditanya selepas acara Agrinex ke-12 di Jakarta Convention Center Jakarta, Ahad, 9 September 2018, soal solusi yang belum dilakukan pemerintah agar rupiah menguat, Sandiaga menjawab, "Nah, ini yang akan kami bahas di pertemuan selanjutnya."

    Jumat sore lalu, pasangan Prabowo-Sandiaga sebelumnya menyampaikan sikap terkait kondisi ekonomi nasional dan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini. Mereka di antaranya menyoroti defisit transaksi berjalan.

    Defisit transaksi berjalan ini dianggap sebagai salah satu biang kerok melemahnya nilai tukar rupiah hingga Rp 14.800-14.900 per dollar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), defisit transaksi berjalan pada triwulan kedua 2018 tercatat US$ 8 miliar atau 3,04 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit triwulan sebelumnya sebesar US$ 5,7 miliar atau 2,21 persen dari PDB.

    Kendati pada triwulan kedua defisit transaksi berjalan sudah mencapai batas maksimal yang dianggap aman yaitu 3 persen, namun jika dihitung per semester pertama 2018, defisit transaksi berjalan baru mencapai 2,6 persen dari PDB. "Target saya sudah saya berikan kepada menteri-menteri agar dalam satu tahun ini betul-betul ada perubahan di penyelesaian defisit transaksi berjalan," ujar Presiden Joko Widodo seusai melepas ekspor Toyota 1.879 unit CBU di Tanjung Priok Car Terminal, Rabu, 5 September 2018.

    Sandiaga tak ingin Indonesia terombang-ambing dalam masalah ekonomi lantas menyalahkan kondisi eksternal. Sebelum ini, pemerintah Jokowi berulang kali menyinggung kondisi eksternal seperti perang dagang Amerika dan Cina, hingga krisis Turki dan Argentina, sebagai salah satu penyebab melemahnya rupiah.

    Tapi, Sandiaga Uno menyebut kondisi ada faktor internal yang menyebabkan pelemahan rupiah dan itulah yang harus segera dibenahi. "Kami punya cara untuk memperbaiki ini, to fix it, jadi itu yang akan kami lakukan dalam beberapa hri ke depan," ujar Sandi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.