Kamis, 15 November 2018

Temuan Kecelakaan di Sukabumi: Lalai Uji Kir dan Kelebihan Muatan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi bus wisata berpenumpang yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. ANTARA/Budiyanto

    Kondisi bus wisata berpenumpang yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. ANTARA/Budiyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan telah melakukan penyelidikan sementara terkait kecelakaan di Sukabumi yang melibatkan bus rombongan karyawan dealer motor Honda, PT Catur Putra Group (CPG) di Cikidang, Sukabumi. Dari penyelidikan Kemenhub, diketahui bus ini kelebihan muatan dan sudah empat kali tidak pernah melakukan pengujian berkala atau uji kir.

    Baca juga: KNKT Turunkan 3 Investigator ke Lokasi Kecelakaan di Sukabumi

    "Uji kir terakhir tahun 2016, jadi sudah tidak diperpanjang selama dua tahun atau sebanyak empat kali tidak lakukan uji kir," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi, saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 9 September 2018.

    Keterangan itu diperoleh karena Budi meminta langsung informasi dan bukti dokumen dari petugas penguji kir di Jakarta. Dalam uji kir terakhir pun, kata Budi, maksimal penumpang yang bisa diangkut oleh bus ini hanyalah 32 orang. Tapi saat kejadian, ternyata bus mengangkut sekitar 38 penumpang. "Jadi ada kelebihan 6 penumpang," ujarnya.

    Bus rombongan karyawan CPG ini mengalami kecelakaan pada Sabtu siang, pukul 12.00 WIB, 8 September 2018, di Jalan Raya Penghubung Cibadak - Palabuhanratu, di Kampung Bantarselang RT 02/11 Desa Cikidang Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
    Bus bernopol B 7025 SGA masuk ke jurang sedalam 31 meter dan menyebabkan 23 dari 38 penumpang meninggal dunia.

    Menurut Budi, kondisi geografi jalan di Cikidang menuju Pelabuhanratu yang dilalui bus juga sangat rawan. Budi mengatakan, jalan provinsi tersebut memang memiliki banyak kekurangan, seperti minim penerangan di malam hari, minim marka dan rambu jalan, tidak ada penghalang jalan yang memadai. "Hanya tinggal patok saja, penghalang sudah tak ada," ujarnya.

    Selain itu, jalan turunan yang menjadi lokasi kecelakaan berbentuk huruf S dengan tikungan tajam. Seharusnya pengemudi langsung berbelok ke kiri. Namun kata Budi, sang supir justru terus lurus sehingga menabrak gundukan tanah di pinggir jalan dan jatuh ke jurang. Tapi bus hanya jatuh sekitar 30 meter, tidak sampai ke jurang paling bawah dalam kecelakaan di Sukabumi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.