Kecelakaan di Sukabumi, Kemenhub Duga Bus Sudah Lama Tak Uji KIR

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. ANTARA/Budiyanto

    Kondisi mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. ANTARA/Budiyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan masih terus mendalami penyebab dua kecelakaan di Sukabumi Jawa Barat. Kecelakaan pertama dialami bus yang membawa rombongan guru, lalu kecelakaan kedua dialami bus rombongan karyawan dealer motor Honda, PT Catur Putra Group (CPG).

    Baca juga: Kemenhub Telusuri Penyebab Kecelakaan Bus di Cikidang

    Menurut data Kemenhub, bus yang membawa rombongan karyawan CPG telah lama tidak mengikuti pengujian kendaraan bermotor alias uji kir. "Dari data yang kami terima, bus itu sudah lama tidak diuji," kata Direktur Pembinaan Keselamatan, Kementerian Perhubungan, Mohamad Risal Wasal saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 9 September 2018.

    Namun, kata dia, penelitian lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan data ini. Kemenhub juga belum mau membuka nama PO bus pada kecelakaan tersebut.

    Kecelakaan pertama terjadi pada Jumat malam, pukul 23.00 WIB, 7 September 2018. Bus ini membawa rombongan guru sekolah dasar dari Jakarta yang hendak berwisata ke Geopark Ciletuh, Sukabumi. Di Jalan Raya Cisarakan, bus masuk jurang sedalam 100 meter sehingga menyebabkan 18 orang terluka dan satu orang meninggal dunia.

    Selang beberapa jam, giliran bus CPG yang mengalami kecelakaan pada Sabtu siang, pukul 12.00 WIB, 8 September 2018, di Jalan Raya Penghubung Cibadak - Palabuhanratu, di Kampung Bantarselang RT 02/11 Desa Cikidang Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Lokasi ini sekitar 70 kilometer dari kecelakaan pertama. Bus bernopol B 7025 SGA masuk ke jurang sedalam 31 meter dan menyebabkan 23 dari 38 penumpang bus meninggal dunia.

    Risal menambahkan, saat ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi sudah berada di lokasi kecelakaan di Cikidang. Namun saat ini, kata dia, tim masih fokus pada penanganan korban terlebih dahulu, baik korban bus Lemhanas maupun bus CPG. Setelah itu, barulah penelitian terhadap penyebab kedua kecelakaan akan didalami secara intensif.

    Saat dikonfirmasi, Desi, petugas call center dari PT Catur Putra Jaya, membenarkan bahwa bus yang mengalami kecelakaan tersebut berasal dari CPG. Catur Putra Jaya adalah cabang dari CPG untuk wilayah Depok, sementara yang mengalami kecelakaan adalah CPG cabang Bogor. "Keterangan lebih lanjut oleh pihak administrasi, bisa dihubungi kembali besok, hari Senin," ujarnya saat dihubungi.

    Investigator in Charge dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Jalaludin Pasha dan tim tengah menuju ke lokasi kecelakaan bus CPG. "Kami akan cek keadaan geografis dari jalan dan kondisi kendaraannya," kata dia. Meski belum mengetahui dugaan sementara seperti yang disampaikan Risal, Jalaludin membenarkan bahwa uji kir dari bus adalah salah satu yang akan dicek oleh tim nantinya.

    Jalaludin dan tim hanya melakukan investigasi terhadap bus CPG yang mengalami kecelakaan di Sukabumi karena tidak seluruh kecelakaan lalu lintas yang mengharuskan KNKT untuk turun. "KNKT hanya menginvestigasi kecelakaan yang korban meninggalnya minimal 8 orang, kalau kurang dari itu bukan wewenang kami untuk investigasi," ucap Kepala Subbagian Data, Informasi dan Humas KNKT Anggo Anugroho.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.