Rabu, 14 November 2018

Rupiah Jeblok, Warga Tukarkan Dolar Hingga USD 25.000

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantri membeli mata uang dolar di money changer di kawasan Kwitang. Tingginya nilai mata uang dollar, membuat sebagian warga berusaha menukar dollar mereka ke mata uang rupiah.  Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Warga mengantri membeli mata uang dolar di money changer di kawasan Kwitang. Tingginya nilai mata uang dollar, membuat sebagian warga berusaha menukar dollar mereka ke mata uang rupiah. Jakarta, 25 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar jual rupiah yang sempat tembus Rp 15.000 pada Rabu, 5 September 2018 lalu membuat tak sedikit warga menukarkan dolar Amerika Serikat yang dimiliki. Menurut salah satu teller PT Ayu Masagung Money Changer, warga sempat berbondong-bondong menukarkan dolar yang mereka miliki.

    Baca: Viral Kisah Sandiaga soal 100 Ribu Hanya Dapat Bawang dan Cabai

    "Kalau dari Senin hingga Sabtu ini, orang paling ramai tukar pada Senin, Selasa sama Rabu kemarin," kata teller PT Ayu Masagung yang enggan disebut namanya ketika ditemui di lokasi penukaran valas, Toko Gunung Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 September 2018. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, rata-rata orang menukar dolar antara US$ 1.000 hingga US$ 25.000.

    Masih menurut teler tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada hari ini sudah mengalami peurunan. Sabtu, hari ini, PT Ayu Masagung mematok kurs beli pada harga Rp 14.975 sedangkan kurs jual pada level Rp 14.800 per dolar AS.

    Sebagai perbandingan, di money changer PT Sahabat Valas kurs jual terhadap dolar AS berada di angka Rp 14.900 sedangkan kurs beli dipatok harga Rp 14.840. Sementara itu, di money changer Smartdeal, kurs beli berada di posisi Rp 14.825 dan kurs jual berada di Rp 14.955 per dolar AS.

    Ditemui seusai menukar dolarnya, salah satu customer, Ilham mengaku menukar sebanyak US$ 100 yang dimilikinya. Ia mengatakan menukar dolar karena saat ini membutuhkan uang cash. "Tukar karena butuh saja. Saya juga kurang paham kalau, harga saat ini sedang naik atau turun," kata dia.

    Pengunjung lain yang bernama Flora mengaku juga tak mengetahui bahwa saat ini kurs dolar tengah menanjak. Tapi harga dolar yang ia beli dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama memang naik. Saat itu, September 2017 ia membeli dolar seharga sekitar Rp 9.000 per dolar Singapura.

    Flora mengatakan telah membeli dolar Singapura untuk kebutuhan pergi keperluan pekerjaan. "Hari ini saya beli dolar Singapura, nggak beli dolar Amerika. Harganya dikenai Rp 10.870 per dolar Singapura," kata Flora ditemui di lokasi yang sama.

    Seperti diketahui, selama sepekan terakhir rupiah memang tengah menjadi buah bibir akibat terus tertekan. Misalnya pada Rabu, 5 September 2018 kemarin, menurut data Bank Indonesia kurs beli rupiah dibanderol Rp 15.002 per dolar AS. Adapun kurs beli saat itu mencapai Rp 14.852 per dolar AS.

    Baca: Rupiah Melemah, Anwar Nasution Sarankan Devisa Ekspor Ditahan

    Sementara itu, sejak Jumat, 7 September 2018 nilai tukar rupiah tercatat telah menguat. Merujuk pada Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR, rupiah pada Jumat, 7 September 2018 lalu tercatat telah menguat ke level Rp 14.884 per dolar AS. Sementara itu, merujuk data RTI, di pasar valas nilai tukar rupiah telah mencapai di level Rp 14.813 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?