Kamis, 20 September 2018

Belum Bahas Timses, Prabowo Nilai Nasib Rupiah Lebih Penting

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers mengenai pandangan kondisi perekonomian bangsa saat ini di Rumah Kertanegara, Jakarta, 7 September 2018. Prabowo-Sandi bersama koalisi partai pengusungnya mengkritisi kondisi perekonomian bangsa saat ini pasca-melemahnya nilai tukar rupiah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bakal calon presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers mengenai pandangan kondisi perekonomian bangsa saat ini di Rumah Kertanegara, Jakarta, 7 September 2018. Prabowo-Sandi bersama koalisi partai pengusungnya mengkritisi kondisi perekonomian bangsa saat ini pasca-melemahnya nilai tukar rupiah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto menilai tim sukses pemenangan di Pemilu Presiden 2019 adalah hal teknis, namun masalah ekonomi khususnya pelemahan rupiah merupakan persoalan bangsa sehingga harus diutamakan.


    Baca: 
    Efek Rupiah Melemah, Impor Porsche Hingga Ferrari Bakal Distop

    Hal itu dikatakan Prabowo terkait belum diumumkannya komposisi tim sukses Prabowo-Sandiaga, namun lebih mengutamakan pernyataan sikap terkait pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

    "Masalah ekonomi adalah persoalan bangsa, ini masalah fundamental bangsa yang muncul di mana-mana. Bagaimana kita harus hati-hati terhadap rupiah dan bertanggung jawab, dan kami tidak mau bicara tanpa perhitungan," kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat malam, 7 September 2018.

    Dia mengakui pertemuan pimpinan parpol koalisi Prabowo-Sandiaga pada Jumat, khusus menyoroti persoalan pelemahan rupiah terhadap dolar, atas permintaan berbagai kalangan untuk merespon persoalan tersebut.

    Menurut dia, koalisi Prabowo-Sandiaga membahas pelemahan rupiah secara rasional berdasarkan data dan fakta yang dihadapi masyarakat dan terkait timses bisa diselesaikan sambil berjalan.

    "Tanggal 20 September kami harus menyampaikan kepada KPU terkait Timses, saat ini baru 7 September sehingga masih ada waktu 13 hari. Kami terus finalisasi untuk dilengkapi dan pada saatnya yang tepat akan diumumkan," ujarnya.

    Dia mengatakan masalah timses tidak ada masalah prinsip di antara semua parpol koalisi dan berjalan secara alamiah serta akan disampaikan pada waktunya.

    Menurut dia, koalisi Prabowo-Sandiaga tidak akan mengambil langkah "impor pemain" dalam komposisi timses sehingga hanya mengandalkan "paket hemat" dalam komposisinya.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan berdasarkan kunjungannya di berbagai daerah, masyarakat tidak pernah menanyakan komposisi Timses pasangan Prabowo-Sandiaga.

    "Masyarakat selalu menanyakan masalah ekonomi seperti harga kebutuhan bahan pokok yang naik dan lapangan kerja yang sulit. Rakyat tidak pernah menanyakan terkait Tim Sukses," ucapnya.

    Sandiaga mengatakan koalisi Prabowo-Sandiaga tidak mau terdiskoneksi dengan keinginan rakyat yang selalu menyampaikan aspirasi dan keluhannya terkait kondisi ekonomi yang masih sulit.

    Menurut Sandiaga, kondisi ekonomi saat ini sangat sulit, misalnya, di pedagang tempe yang mengecilkan ukuran tempe dan diibaratkan setipis kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

    "Saya bertemu ibu Yuli di Duren Sawit yang mengatakan ukuran tahu yang diproduksinya dikecilkan karena tidak mungkin menaikan harga tahu disebabkan faktor daya beli," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.