Rabu, 14 November 2018

Rupiah Melemah, Ini yang Dilakukan Citilink untuk Bertahan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pramugari maskapai Citilink Indonesia dengan menggunakan seragam baru sebelum mengikuti penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya di Bandara Internsional Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Mei 2018. Dua seragam baru ini resmi dikenakan pada seluruh penerbangan Citilink. ANTARA/Aprillio Akbar.

    Dua pramugari maskapai Citilink Indonesia dengan menggunakan seragam baru sebelum mengikuti penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya di Bandara Internsional Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Mei 2018. Dua seragam baru ini resmi dikenakan pada seluruh penerbangan Citilink. ANTARA/Aprillio Akbar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo mengatakan pelemahan nilai rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, berdampak pada komponen penerbangan yang pembayarannya menggunakan mata uang US dollar. "Pasti karena ada komponen biaya yang harus dibayar dengan USD," tutur Juliandra Nurtjahjo di Hotel Indonesia Kempinski, Jumat, 7 September 2018.

    Julilandra menuturkan 70 persen komponen penerbangan, pembayarannya menggunakan dollar Amerika Serikat, sisanya rupiah. Komponen tersebut antara lain penyewaan pesawat yang menyumbang 30 persen dan penggunakan bahan bakar avtur sebanyak 40 persen.

    Baca : Dampak Rupiah Melemah, Pengusaha Tahu Terpaksa Perkecil Ukuran

    Untuk menyikapi kenaikan US dollar terhadap keberlangsungan penerbangannya, maskapai Citilink membuka rute internasional baru untuk menaikkan frekuensi penerbangannya. Juliandra menjelaskan, dengan tingginya frekuensi pembiayaan operasional akan lebih murah.

    Dengan frekuensi penerbangan tinggi dan penumpang lebih banyak, Juliandra menuturkan utilitas lebih tinggi, sehingga pengeluaran oprasional akan lebih efisien. Ketimbang, penerbangan dengan frekuensi rendah.

    Pada 28 Oktober 2018 nanti, Citilink akan membuka rute internasionalnya ke Cina. Ada tiga kota tujuan yang akan dibuka oleh Citilink, yaitu di Xiamen, Kunming dan Nanjang. Juliandra menuturkan Cina merupakan pasar yang menjanjikan.

    Juliandra menjelaskan, dalam penjualan tiket ke Cina, Citilink bekerjasama dengan
    Megacap sebagai General Sales Agent, yang akan menjadi representative Citilink di China dalam melakukan penjualan tiket penumpang maupun kargo. "Megacap menyediakan solusi layanan aviasi di berbagai belahan dunia," tutur dia.

    Direktur Niaga PT Citilink Indonesia, Andy Adrian menuturkan alasan Citilink menggandeng Megacap untuk pasar Cina. Menurutnya, penanganan untuk Cina berbeda dengan negara lain. Sehingga, Megacap akan menjadi perwakilan Citilink di Cina.

    Simak juga :
    CPNS 2018, Ini Perbedaan Formasi Umum dan Formasi Khusus

    Menurut Andy, Cina merupakan negara yang berpotensi besar untuk binis penerbangan. "Jadi kita gandeng partner yang bisa bantu kita tembus pasar Cina, kita mengejar market yang kuenya banyak," tutur dia.

    Sebelumnya, Citilink membuka rute pelayanan ke Cina dengan menggunakan layanan carter. Andy menuturkan dengan membuka rute baru Citilink, diharapkan dapat mengambil pangsa pasar Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?