Rabu, 14 November 2018

OJK ke Investor: Valuasi Saham Sudah Rendah, Kenapa Tidak Dibeli?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Saham Gabungan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Sebanyak 149 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah melemah 28,52 poin atau 0,49 persen ke posisi 5.788. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen meminta kepada para investor di pasar modal termasuk pasar saham untuk tak terlalu khawatir menghadapi volatilitas pasar saham saat ini. Sebab, indikator ekonomi baik fiskal maupun moneter masih dalam kondisi baik.

    BACA: Madusari Murni Indah Resmi IPO, Lepas 351 Juta Saham

    "Semua indikator fiskal dan moneter dalam kondisi baik. Dan investor tidak perlu khawatir karena indikator itu disampaikan dengan data pembanding bukan karena keyakinan membabi buta," kata Hoesen saat mengelar konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 7 September 2018.

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia atau BEI mengumpulkan para investor pasar modal pada Jumat, 7 September 2018. Dalam pertemuan itu, otoritas baik OJK dan BEI dengan dibantu Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menjelaskan mengenai kondisi ekonomi domestik termasuk mengenai kebijakan fiskal dan juga moneter.

    Meskipun demikian, menurut Hoesen, saat ini kondisi pasar domestik memang dalam kondisi yang rentan. Sebab, portofolio saham di pasar modal didominasi oleh dana atau investor asing.

    "Tapi saat ini investor domestik tumbuh cukup banyak dan besar sehingga bisa menopang volatilitas pasar saham," kata Hoesen.

    Selain itu, Hoesen berharap dengan kondisi pasar saham yang volatile ini para spekulan bisa diredam. Ia juga mengimbau bagi para investor yang memang sejak awal bukan berniat menjadi spekulan untuk tak beralih menjadi spekulan.

    Hosen juga mengajak bagi para pelaku pasar untuk bisa masuk atau berinvestasi saat ini. Sebab, harga-harga valuasi saham saat ini sedang dalam posisi yang baik untuk dibeli. Apalagi, kinerja pada kuartal kedua kinerja para emiten tercatat berada di area positif yang ditunjukan lewat pertumbuhan pendapatanya.

    "Semua agregat emiten kita naik growth net income-nya, kenapa valuation sudah  rendah kenapa tidak dibeli? Padahal cari valuation to book value yang rendah itu sulit," tutur Hoesen. 

    Melalui pertemuan ini, ia berharap para pelaku pasar bisa menyampaikan kondisi tersebut kepada investor saham yang lain. Bahwa kondisi fiskal dan monter masih berada di posisi yang favorable yang terjada untuk tetap berinvestasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?