Go-Jek Beri Layanan Gratis 1 Tahun untuk Peraih Emas Asian Games

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief of Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Nila Marita memberi apresiasi Layanan Gratis Satu Tahun kepada atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 di GO-Cafe, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Chief of Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Nila Marita memberi apresiasi Layanan Gratis Satu Tahun kepada atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018 di GO-Cafe, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Go-Jek Indonesia turut mengapresiasi jerih payah atlet Indonesia di kancah Asian Games 2018. Apresiasi yang diberikan berupa gratis menggunakan layanan Go-Jek selama satu tahun untuk atlet Indonesia peraih emas.

    Baca juga: KPPU: Pangsa Pasar Go-Jek Hampir 80 Persen

    "Kami percaya bahwa kerja keras dapat menciptakan perubahan positif bagi sesama. Selain itu, semangat tinggi seseorang untuk berprestasi dan meraih yang terbaik dapat menjadi inspirasi dan membawa manfaat positif bagi banyak orang,” ujar Chief of Corporate Affairs Go-Jek Indonesia, Nila Marita, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 September 2018.

    Asian Games 2018 telah ditutup pekan lalu. Indonesia sebagai tuan rumah meraih 98 medali terdiri atas 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu.

    Dengan jumlah medali ini, Indonesia berada di posisi 4 besar. Ini merupakan pencapaian tertinggi Indonesia selama mengikuti Asian Games.

    Nila berharap prestasi membanggakan dari para atlet, dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama anak muda. Selain itu, dia ingin semangat Asian Games 2018 ditularkan dalam ekosistem Go-Jek, sehingga selalu berbuat yang terbaik bagi keluarga dan bangsa.

    Adapun layanan gratis yang diberikan, berupa saldo GO-PAY, voucher GO-LIFE serta poin loyalty GO-POINTS. “Kami berharap para atlet pemenang emas dapat menikmati berbagai layanan di ekosistem Go-Jek yang dapat mempermudah kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Nila.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.