Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Bergerak ke Level Rp 14.881

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 51 poin atau 0,36% di Rp14.052 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/5/2018). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi, 7 September 2018, bergerak melemah tipis sebesar delapan poin menjadi Rp 14.881 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.873 per dolar AS.


    Baca: 
    Efek Rupiah Melemah, Impor Porsche Hingga Ferrari Bakal Distop

    Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat mengatakan pergerakan dolar AS cenderung terbatas menyusul pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat.

    Ia memaparkan Moody's Analytic melaporan bahwa perusahaan swasta menambah sekitar 163 ribu tenaga kerja baru pada Agustus lebih rendah dari ekspektasi.

    "Pelemahan data itu memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif untuk menaikkan tingkat suku bunga," katanya.

    Ia mengatakan bahwa pergerakan dolar AS yang terbatas terhadap sejumlah mata uang dunia kemungkinan akan membantu penguatan mata uang negara-negara berkembang termasuk rupiah.

    "Intervensi ganda BI di pasar surat utang dan pasar valas diperkirakan akan juga membantu penguatan rupiah," katanya.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan laju mata uang dolar AS cenderung tertahan setelah muncul kabar mengenai negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Kanada mengalami kemajuan.

    "Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia di tengah meredanya kekhawatiran terhadap tensi perdagangan global, situasi itu mendukung permintaan aset di negara berkembang," katanya soal faktor eksternal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).