Jumat, 14 Desember 2018

Karena Rupiah Melemah, Proyek Listrik 35 Ribu Megawatt Ditunda

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Bupati Serang Tatu Chasanah (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri) saat meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Bupati Serang Tatu Chasanah (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT PLN Sofyan Basir (kedua kiri) saat meninjau lokasi proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Desa Terate, Serang, Banten, 5 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, menuturkan alasan ditundanya megaproyek listrik 35 ribu megawatt. "Penundaan ini ada beberapa hal," ujar dia di JCC, Kamis, 6 September 2018.

    Jonan menuturkan salah satu alasan ditundanya megaproyek tersebut, terkait dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Menurutnya, dengan menghentikan proyek sementara akan menekan laju impor barang.

    Baca: Terpuruk Berhari-hari, Rupiah Menguat 48 Poin Jadi 14.880

    Selanjutnya, Jonan menjelaskan, ada pergeseran permintaan listrik. Jonan berujar estimasi pertumbuhan permintaan listrik dalam undang-undang APBN 2018 sebanyak 8 persen. Namun, hingga triwulan kedua permintaan tersebut hanya 4 persen.

    Sehingga, Jonan memprediksi hingga akhir tahun permintaan tersebut hanya mencapai 6 persen. "Jadi ada financial close atau belum disetujui pemerintah kita minta digeser lah, ada yang digeser setahun dua tahun juga digeser sampe 2026," tutur Jonan.

    Proyek yang digagas oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo ini semula diharapkan dapat rampung pada 2019. Megaproyek tersebut akhirnya ditunda dengan target 2021 hingga 2026. Akibatnya, kata Jonan, sejumlah proyek harus digeser lantaran estimasi pertumbuhan listrik sebesar 8 persen dari target anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar 7 persen.

    Dengan adanya pergeseran tersebut, Jonan menyebutkan akan menekan pengadaan barang impor. Rata-rata proyek kelistrikan komposisi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bisa mencapai 50 persen lebih di beberapa proyek. Namun, setelah digeser rata-ratanya hanya mencapai sekitar 20-40 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.