Infrastruktur Diminta Direm, Menteri PU: 26 PSN Rampung di 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja mengerjakan pembuatan rancang besi untuk tiang jalan di lokasi pengerjaan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) di seksi 11 A desa Bebekan, Sidoarjo, 18 Juli 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang pekerja mengerjakan pembuatan rancang besi untuk tiang jalan di lokasi pengerjaan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) di seksi 11 A desa Bebekan, Sidoarjo, 18 Juli 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan sebanyak 26 proyek strategis nasional (PSN) rampung sampai akhir 2018. Hal ini menyusul banyak desakan agar pemerintah menunda sejumlah proyek infrastruktur supaya sebagian dana pembangunan bisa digunakan untuk membantu menguatkan kurs rupiah.

    Baca: Rupiah Melemah, Pemerintah Disarankan Tunda Proyek Infrastruktur

    Basuki menjelaskan tambahan 26 PSN yang ditargetkan rampung itu terdiri atas 8 bendungan, 3 jaringan irigasi, 12 jalan tol, dan 3 perumahan. Sedangkan pada 2019, ada 53 PSN yang akan ditargetkan selesai yakni 12 bendungan, 3 irigasi, 29 jalan tol, 4 jalan nasional dan 1 sistem penyediaan air minum dan sanitasi.

    Basuki menjelaskan terdapat lima kategori infrastruktur masuk PSN yakni energi, transportasi, sumber daya air, telekomunikasi, dan permukiman. Dari lima kategori infrastruktur itu, tiga di antaranya berada dalam lingkup tanggung jawab Kementerian PUPR.

    Ketiga kategori itu adalah transportasi berupa jalan dan jembatan, sumber daya air seperti bendungan, irigasi, air baku dan ketiga, permukiman seperti air minum, sanitasi, dan persampahan. Menurut Basuki, ketersediaan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil-hasil pembangunan di berbagai wilayah.

    Dalam Perpres No 56 Tahun 2018 yang merupakan perubahan kedua Perpres No 3 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, terdapat 137 proyek infrastruktur bidang PUPR dari 227 PSN, yang terdiri atas 51 proyek bendungan, 6 proyek irigasi, 1 proyek tanggul laut, 64 proyek jalan tol, 4 proyek jalan nasional, 7 proyek air minum dan sanitasi, dan 3 proyek perumahan.

    Jumlah PSN bidang PUPR tersebut lebih sedikit dibandingkan proyek yang ada dalam Perpres 58 Tahun 2017 yakni berjumlah 151 proyek, mengingat sebagian proyek sudah selesai dilaksanakan dan terjadi perubahan prioritas proyek. Misalnya, jumlah bendungan berkurang dari 54 menjadi 51 bendungan karena kendala pengadaan lahan.

    Proyek-proyek dalam daftar PSN bidang PUPR yang sudah selesai di antaranya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Nanga Badau, dan Wini, Daerah Irigasi Umpu Sistem, dan sejumlah ruas tol seperti Soreang-Pasir Koja (11 km), Mojokerto-Surabaya (36,3 km), dan Akses Tanjung Priok (16,7 km).

    Menteri Basuki juga memastikan bahwa pihaknya kini berfokus pada penyelesaian proyek infrastruktur. "Tidak ada kegiatan pembangunan baru pada tahun 2019 yang menggunakan anggaran multi years kecuali pembangunan bendungan dan irigasi. Kita harapkan tidak ada proyek yang mangkrak di tengah jalan, termasuk PSN. Seluruhnya terus dilanjutkan sesuai perencanaan dan bisa selesai," ucapnya.

    Baca: Jokowi Ditawari Pinjaman US$ 1 Miliar untuk Proyek Infrastruktur

    Dari 137 PSN infrastruktur PUPR, 2 proyek bendungan sudah selesai dan diresmikan pada 2018, yakni Bendungan Raknamo di NTT dan Tanju di NTB. Dua ruas tol juga sudah rampung dan diresmikan 2018, yakni Tol Kertosono-Mojokerto (40,5 km) dan Tol Pejagan-Pemalang (43 km).

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.