Rupiah Loyo, Sandiaga Uno Minta Sosialita Tunda ke Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri Malam Seni Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Taufiq Siddiq

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri Malam Seni Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta – Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengajak masyarakat membantu pemerintah menstabilkan rupiah yang melemah hingga Rp 14.938 per dolar AS. Sandiaga mengajak masyarakat untuk tidak ikut memperkuat nilai dolar Amerika Serikat. Salah satunya adalah dengan tidak berwisata ke luar negeri.

    Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Rp 14.938

    “Untuk milenial sama para sosialita tunda dulu ke luar negeri, wisatanya ke Danau Toba saja,” kata Sandiaga di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Rabu, 5 September 2018.

    Pada Rabu, kurs rupiah di pasar spot kembali melemah 3 poin menjadi 14.938 per dolar Amerika. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga menunjukkan penurunan nilai tukar rupiah, dari 14.840 pada Selasa lalu menjadi 14.927 per dolar Amerika.

    Untuk menahan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan kenaikan pajak penghasilan (PPh) untuk 1.147 jenis barang impor. 

    Sandiaga mengajak para pengusaha untuk menukarkan mata uang dolar AS untuk ikut memperkuat rupiah. Terutama pengusaha yang memiliki mata uang dolar AS sebagai sisa ekspor.

    “Pengusaha, ayo kita mulai tukar USD, walaupun sedikit tapi ini akan memberi satu dorongan agar rupiah lebih stabil ke depan,” kata Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.