KPPU: Pangsa Pasar Go-Jek Hampir 80 Persen

Reporter

Pengunjung beristirahat di area food truck dalam Jakarta Culinary Feastival (JCF) 2017 di Senayan City, Jakarta Selatan, 17 November 2017. Festival Kuliner hasil kerjasama GO-JEK dan Ismaya ini menghadirkan chef nasional dan internasional, serta top 20 best selling Go-Food. TEMPO/ Nita Dian

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kodrat Wibowo mengungkapkan pangsa pasar (market share) Go-Jek di industri transportasi berbasis teknologi (ride-hailing) Indonesia mencapai hampir 80 persen.

Baca juga: Nadiem Minta Maaf Go-Jek Baru Ekspansi ke Papua Ssetelah 8 Tahun

"Setelah GRAB mengakuisi aset UBER maka pangsa pasar GRAB mencapai 20,80 persen dan Go-Jek sebesar 79,20 persen," ungkap Kodrat dalam keterangan yang diterima Rabu, 5 September 2018.

Data KPPU mengungkapkan penguasaan pasar Go-Jek sebesar 79,20 persen dihitung berdasarkan beberapa parameter dan sisanya dimiliki GRAB sebesar 14,69 persen ditambah UBER sebesar 6,11 persen.

Sehingga pasca UBER diakuisisi GRAB maka pangsa pasar perusahaan transportasi berbasis daring asal Malaysia di industri "ride-hailing" Indonesia sebesar 20,8 persen.

Dalam menganalisa pangsa pasar industri "ride-hailing", Kodrat mengungkapkan KPPU memperhitungkan beberapa variabel. Antara lain kesamaan produk dan jasa.

"Nah, saat ini bisnis Go-Jek kan sebenarnya berkembang ke bisnis lainnya seperti GO-SEND, GO-FOOD, GO-CLEAN, GO-PAY dan lain-lainnya. Jadi Go-Jek tidak hanya menyediakan aplikasi untuk transportasi online," tutur Kodrat.

Maka, lanjutnya, cakupan konsumen dan segmen pasar Go-Jek berpotensi semakin meluas seiring dengan perkembangan lini bisnisnya, sehingga penghitungan pangsa pasarnya pun berpotensi dipisahkan berdasarkan layanannya.

Atas dasar itu pula persaingan Go-Jek secara utuh tidak bisa lagi berhadapan langsung (head-to-head) dengan GRAB dalam penghitungan penguasaan pasar di industri layanan berbasis teknologi di Indonesia. "Karena mereka (Go-Jek) melakukan diversifikasi bisnis sebagai perusahaan aplikator," jelas Kodrat.

Terkait dengan pengumuman GRAB yang mengaku menguasai industri "ride-hailing" Indonesia sebesar 65 persen, menurut Kodrat, bisa jadi atas dasar perhitungan sendiri dari aplikator asal Malaysia itu.

KPPU, menurut Kodrat, tetap melakukan fungsi pengawasan kepada perusahaan aplikator terkait relasi kemitraan dengan para mitra Go-Jek dan GRAB.

Persaingan usaha Go-Jek dengan GRAB dipantau sesuai dengan peraturan, karena dinamika bisnis terus berkembang, katanya.

ANTARA






Terkini Bisnis: Bulog Tak Dapat Kuota Impor Gula, Sri Mulyani Jelaskan Nasib Ekonomi RI 2023

4 jam lalu

Terkini Bisnis: Bulog Tak Dapat Kuota Impor Gula, Sri Mulyani Jelaskan Nasib Ekonomi RI 2023

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Jumat sore, 3 Februari 2023, dimulai dari Bulog tak mendapat kuota impor gula konsumsi pada tahun ini.


Terkini: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Baik-baik Saja, KPPU Mulai Usut Penjualan Bersyarat Minyakita

9 jam lalu

Terkini: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Baik-baik Saja, KPPU Mulai Usut Penjualan Bersyarat Minyakita

Sri Mulyani sebut ekonomi RI baik-baik saja, KPPU mulai usut penjualan bersyarat Minyakita di daerah.


KPPU Duga Ada Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM, Jakpro: Tudingan Prematur

11 jam lalu

KPPU Duga Ada Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM, Jakpro: Tudingan Prematur

PT Jakpro menganggap dugaan persekongkolan pemilihan tender revitalisasi TIM tahap III bersifat prematur.


Jakpro Nilai KPPU Terburu-buru Menyimpulkan Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM

11 jam lalu

Jakpro Nilai KPPU Terburu-buru Menyimpulkan Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM

Vice President Corporate Secretary PT Jakpro Syachrial Syarif menila Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) terlalu terburu-buru menyimpulkan adanya persekongkolan pemenang tender dalam proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TMII) tahap III.


KPPU Mulai Usut Dugaan Penjualan Bersyarat Minyakita di Daerah

13 jam lalu

KPPU Mulai Usut Dugaan Penjualan Bersyarat Minyakita di Daerah

KPPU memutuskan untuk melanjutkan temuan Kantor Wilayah IV di Surabaya ihwal penjualan bersyarat atas minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita.


KPPU Sebut Jakpro Bantah Dugaan Persekongkolan Tender Proyek Revitalisasi TIM Tahap III

1 hari lalu

KPPU Sebut Jakpro Bantah Dugaan Persekongkolan Tender Proyek Revitalisasi TIM Tahap III

KPPU mengatakan para terlapor, termasuk PT Jakpro menolak soal dugaan persengkokolan tender proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Tahap III.


Heru Budi Mengaku Tidak Tahu Soal Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM

1 hari lalu

Heru Budi Mengaku Tidak Tahu Soal Dugaan Persekongkolan Tender Revitalisasi TIM

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku tidak mengetahui soal Jakpro yang diduga terlibat dalam persekongkolan tender proyek revitalisasi TIM tahap III. Sebab, kasus ini tengah diusut oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).


JakPro Buka Suara soal Kasus Dugaan Persekongkolan dalam Proyek Revitalisasi TIM

2 hari lalu

JakPro Buka Suara soal Kasus Dugaan Persekongkolan dalam Proyek Revitalisasi TIM

Komisi Pengawas Peraingan Usaha (KPPU) tengah mengusut dugaan persekongkolan dalam tender proyek revitalisasi TIM yang melibatkan PT Jakpro


Minyakita Langka, KPPU Temukan Pembelian Bersyarat Berbentuk Paket di Hampir Seluruh Wilayah

3 hari lalu

Minyakita Langka, KPPU Temukan Pembelian Bersyarat Berbentuk Paket di Hampir Seluruh Wilayah

KPPU mulai menginvestasi penyebab kelangkaan minyak goreng merek Minyakita.


Minyakita Langka, Begini Klaim Mendag Zulhas, Temuan KPPU, dan Ikatan Pedagang Pasar

3 hari lalu

Minyakita Langka, Begini Klaim Mendag Zulhas, Temuan KPPU, dan Ikatan Pedagang Pasar

Minyakita mengalami kelangkaan di pasaran. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas menjelaskan penyebab kelangkaan ini, sementara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjelaskan temuan investigasi awalnya.