Jumat, 16 November 2018

Survei IPW: Generasi Milenial Lebih Pilih Kos ketimbang Apartemen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi apartemen mungil. Thetinylife.com

    Ilustrasi apartemen mungil. Thetinylife.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Indonesia Property Watch (IPW) terhadap generasi milenial di Jakarta lebih banyak yang memilih menghuni tempat kos daripada tinggal di apartemen.

    Baca juga: Jokowi Beri Tips Memulai Bisnis ke Generasi Muda Harus Fokus

    "Jumlahnya hasil survei kami sekitar 47,4 persen, kemudian sebanyak 47,1 persen berkeinginan untuk tinggal di apartemen, sedangkan sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara," kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda di Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

    Ali mengatakan, berdasarkan survei beberapa lembaga diperkirakan penghasilan rata-rata kaum milenial berkisar Rp 6-7 juta per bulan. Artinya mereka masih dapat membeli properti dengan cicilan Rp 2-2,5 juta per bulan atau seharga Rp 200-300 jutaan.

    Permasalahannya, ujar Ali, properti dengan harga tersebut sangat terbatas apalagi di Jakarta. Alih-alih membeli properti jenis apartemen, sebagian dari mereka masih bertahan untuk tinggal di Jakarta di rumah kos-kosan.

    Saat ini sebanyak 39,9 persen kaum milenial tinggal di kos atau apartemen dengan besaran sewa di bawah Rp 2juta per bulan, sebesar 38,5 persen menyewa dengan harga Rp 2-3 juta/bulan, 21,6 persen menyewa dengan harga di atas Rp3 juta/bulan.

    Ali mengatakan dalam perjalanannya diperkirakan sebagian besar kaum milenial akan tinggal di apartemen, meski saat ini lebih banyak yang memilih kos.

    Meskipun ingin tinggal di apartemen, lanjut Ali, bukan berarti mereka ingin membeli apartemen. Sebagian besar dari mereka atau sebesar 73 persen `tidak berani' membeli properti jenis apartemen dan hanya berkeinginan untuk menyewa. Hanya 7,5 persen yang ingin dan mampu membeli apartemen. Sedangkan selebihnya masih belum menentukan pilihannya.

    Sebagian besar milenial menyebutkan luas unit apartemen tipe studio dengan luas 9-18 meter persegi menjadi favorit bagi mereka untuk tinggal di apartemen. Sebesar 43,5 persen memilih unit-unit apartemen seluas 12-18 meter persegi dan sebesar 33,9 persen memilih unit-unit 9-12 meter.

    Menurut Ali, dengan luas yang relatif kecil dibandingkan dengan pasokan apartemen saat ini, maka para pengembang properti sepertinya mulai harus mempertimbangkan faktor luas ini dengan strategi masing-masing.

    Ali mengatakan, survei menunjukkan kalangan milenial lebih nyaman bila dalam satu lantai tidak terlalu banyak unit lebih kurang 4-10 unit per lantai. Bahkan fasilitas seperti ruang bersama menjadi pertimbangan bagi kaum milenial untuk berkumpul dan bersosialisasi. Di tengah masyarakat yang individualistis, minat kaum milenial untuk bersosialisasi relatif masih cukup tinggi.

    Sebesar 42,6 persen menganggap ruang bersama harusnya ada di setiap apartemen. Selain itu fasilitas seperti free wi-fi menjadi faktor terpenting yang diinginkan kaum milenial. Fasilitas ruang kerja bersama meskipun belum terlalu menjadi prioritas namun menjadi salah satu faktor penting dengan faktor pertimbangan yang dipilih kaum milenial sebesar 33,4 persen dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat.

    Ali mengatakan dengan melihat survei pasar generasi milenial di atas, para pengembang dihadapkan pada sebuah langkah inovasi untuk dapat menyerap pasar ini. Tidak hanya sekadar membidik kaum milenial, namun tentunya harus disertai dengan preferensi yang benar dan pemahaman yang mendalam terhadap kaum milenial ini.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.