Pertemuan IMF-World Bank Tetap Dipastikan Digelar di Bali

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur BI Agus Martowardojo memukul tifa bersama saat membuka Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. Konferensi bertema Models in a Changing Global Landscape itu yang merupakan rangkaian dari IMF-World Bank Annual Meetings 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    (ki-ka) Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur BI Agus Martowardojo memukul tifa bersama saat membuka Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. Konferensi bertema Models in a Changing Global Landscape itu yang merupakan rangkaian dari IMF-World Bank Annual Meetings 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Tugas Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 Peter Jacobs mengatakan pemerintah telah memastikan bahwa pelaksanaan Annual Meeting IMF - World Bank Group akan tetap di gelar di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018 mendatang. Menurut dia, belum ada rencana untuk memindahkan lokasi pertemuan.

    Baca jugaMenjelang IMF-World Bank, Luhut Pastikan Kondisi Bali Aman

    "Kami masih sangat yakin, akan tetap di Bali. Belum ada rencana untuk kemudian memindahkan acara ini," kata Peter saat mengelar diskusi dengan media di Gedung Bank Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Selatan, Rabu, 5 September 2018.

    Peter mengatakan pemilihan Bali sebagai tempat pelaksanaan telah melalui serangkaian diskusi dengan berbagai pihak termasuk para ahli. Hal ini, kata dia, terutama mengenai antisipasi terjadinya bencana yang pernah terjadi di sekitar Bali seperti meletusnya Gunung Agung.

    Sebelumnya, pertemuan IMF-World Bank dibayangi oleh serangkaian kejadian bencana selama setahun terakhir. Mulai dari erupsi Gunung Agung pada Juni 2018 hingga gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat pada Agustus 2018 lalu.

    Sekretaris Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Adi Budiarso mengatakan pihak panitia juga telah melakukan studi pengamatan gempa dengan konsultasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika serta ahli dari Jepang dan juga Amerika. Hasilnya, kata Adi, bahwa Bali masih dianggap aman dan siap untuk menyelenggarakan pertemuan.

    "Mitigasi sudah siap, rencana evakuasi dan risk management kita siap. Mohon bantuan media bahwa kami siap dan Bali aman untuk jadi tuan rumah," kata Adi di acara yang sama.

    Pertemuan tahunan ini dijadwalkan berlangsung 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Kabupaten Badung. Acara ini rencananya dihadiri sekitar 17.000 delegasi dari 189 negara. Selain dihadiri sejumlah kepala negara, pertemuan akbar itu juga dihadiri para menteri keuangan atau menteri ekonomi, gubernur bank sentral masing-masing negara, serta sejumlah pelaku ekonomi dan keuangan dunia lainnya.

    Sejumlah persiapan telah dilakukan menjelang pertemuan IMF-World Bank di antaranya pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur. Di antaranya pembangunan jalan bawah tanah di Simpang Tugu Ngurah Rai untuk mengurai kemacetan di dekat arah bandara-Kuta dan Nusa Dua.  Selain itu pengembangan sejumlah infrastruktur di Bandara Ngurah Rai di antaranya penambahan apron untuk mengakomodasi pesawat delegasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.