PLTU Paiton Terganggu, KAI Gunakan Standar Operasi Manual

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Probolinggo, Jawa Timur. TEMPO/ Rully Kesuma

    Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Probolinggo, Jawa Timur. TEMPO/ Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Kediri - Gangguan pembangkit listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU Paiton akhirnya melumpuhkan jaringan listrik di sejumlah kota di Jawa Timur. Tak hanya memadamkan lampu lalu lintas, pemadaman ini juga memaksa PT Kereta Api Indonesia menyiapkan standar operasional manual.

    Baca: General Electric Merambah Bisnis PLTU

    Kerusakan pembangkit di PLTU Paiton yang terjadi sejak pukul 11.27 WIB ini memicu pemadaman total di sejumlah kota di Jawa Timur. Diantaranya adalah Blitar, Nganjuk, Kediri, Madiun, Tulungagung, dan Trenggalek. “Listrik padam karena gangguan di sisi pembangkit dan bukan karena pemadaman yang direncanakan PLN,” kata Supervisor Operasi PLN Area Kediri, Ari Sih Rahmat dalam keterangan resminya, Rabu, 5 September 2018.

    Saat ini tim teknis PLTU Paiton masih melakukan penelusuran penyebab gangguan tersebut, yang diperkirakan berada di sisi pembangkitan dan transmisi. Belum diketahui pasti sampai kapan pemadaman ini akan berlangsung.

    Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 7 Madiun, Ixfan Hendri Wintoko saat dikonfirmasi Tempo mengatakan belum ada laporan gangguan operasional kereta api di wilayah pemadaman. Demikian pula operasional palang pintu kereta api yang bisa mengandalkan aki secara bergantian. “Kalau palang pintu saat ini memakai aki secara gantian. Tapi kalau pemadaman berlangsung lama, kami terapkan standar manual,” jelas Ixfan.

    Standar manual yang dimaksud adalah penggunaan semboyan khusus seperti bendera merah untuk menghentikan laju kendaraan saat kereta melintas. Hal ini dilakukan mengingat operasional palang pintu yang dikelola PT KAI menggunakan tenaga listrik.

    Sementara untuk pergerakan kereta api dan operasional di stasiun sampai saat ini juga tak ada kendala. Ini lantaran di wilayah Daop 7 Madiun seluruh operasional perangkatnya masih manual dan tidak bergantung pada listrik seperti daerah ibukota. Namun demikian Ixfan berharap pemadaman ini tak berlangsung lama.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko mengatakan pemadaman ini berdampak secara langsung pada operasional sejumlah lampu lalu lintas di perempatan. Beruntung sebagian lampu sudah menggunakan daya matahari (solar cell). “Beberapa persimpangan utama memang padam, tapi pengguna sudah bisa mengatur laju kendaraannya sendiri,” katanya.

    Penggunaan genset juga terpaksa dilakukan oleh instansi layanan kesehatan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kediri, dr Fauzan Adhima mengatakan seluruh perangkat rumah sakit saat ini sudah dialihkan ke genset bertegangan tinggi. Sehingga dipastikan tak ada kendala layanan dan tindakan medis terhadap pasien. “Semuanya pakai genset, meski ada peralatan tidak penting yang dimatikan,” katanya.

    Baca: Anak Usaha PLN Dipercaya Mengelola PLTU Pangkalan Susu

    Layanan di Kantor Imigrasi Kediri juga dipastikan aman meski menggunakan genset. Kantor ini bahkan tidak menutup kegiatan layanan pembuatan paspor dan dokumen lain selama pemadaman berlangsung. “Tidak semua peralatan bergantung pada sistem online,” kata Kelik Ardiansyah, humas Kantor Imigrasi Kediri.

    Simak berita menarik lainnya terkait PLTU hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.