KAI Mulai Gunakan Biodiesel Per 1 September 2018

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemberangkatan perdana KA Angkutan Limbah di Stasiun Kalimas, Surabaya.

    Pemberangkatan perdana KA Angkutan Limbah di Stasiun Kalimas, Surabaya.

    TEMPO.CO, Jakarta - Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin mengatakan pihaknya telah menyiapkan penggunaan biodiesel 20 persen (B20) untuk operasional kereta mulai 1 September 2018. "KAI mendukung program pemerintah dalam penggunaan B20 pada setiap operasi kereta api dan pendukungnya," kata dia saat dihubungi, Selasa, 4 September 2018.

    Baca: Kemenhub Buat Peraturan Menteri Wajib Gunakan B20

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk menggunakan campuran B20 pada bahan bakar solar yang digunakan armada kereta api. Rekomendasi tersebut diberikan setelah Kementerian ESDM menyelesaikan proses uji coba penggunaan B20 pada jenis lokomotif Progress Pail (EMD) dan General Electric (GE) milik PT KAI yang digunakan untuk menarik kereta batu bara rangkaian panjang (babaranjang) di Dipo Lokomotif Tanjung Karang, Bandar Lampung, Lampung, Selasa, 14 Agustus 2018.

    "Jadi sampai saat ini tidak ada maslah dengan penggunaan B20 bagi operasional kereta api seperti halnya pada uji coba sebelumnya," ujar Agus.

    Saat ini, kata Agus, KAI mengoperasikan 486 unit Locomotif dan 256 unit kereta pembangkit dengan konsumsi bahan bakar realisasi tahun 2017 lalu 220,1 juta liter per tahun. Sedangkan untuk tahun 2018 realisasi sampai dengan Juni 2018 atau semester I 2018 adalah 114 juta liter.

    Sementara itu, Agus menjelaskan kuota untuk B20 di 2018 ini yaitu sebesar 280 juta liter. "Kan yang mengonsumsi B20 nya itu lokomotif dan kereta pembangkit. Untuk tahun 2018 ini kuotanya B20 sebanyak 280 juta liter," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.