Presiden Turki Ajak Warga Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyapa pendukungnya di Istanbul, Turki, 24 Juni 2018. Kemenangan di atas 50 persen membuat Erdogan tak perlu lagi bertarung di putaran kedua untuk mempertahankan kursi presiden sejak 2014. REUTERS/Alkis Konstantinidis

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyapa pendukungnya di Istanbul, Turki, 24 Juni 2018. Kemenangan di atas 50 persen membuat Erdogan tak perlu lagi bertarung di putaran kedua untuk mempertahankan kursi presiden sejak 2014. REUTERS/Alkis Konstantinidis

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketergantungan perdagangan internasional atas dolar AS mesti dikurangi, sebab itu menjadi penghalang buat Turki, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin, 3 September 2018. "Kami mengusulkan perdagangan dengan menggunakan mata uang kita daripada dolar AS," kata Erdogan dalam Pertemuan Puncak Ke-6 Dewan Turki di Pusat Kebudayaan Rukh Orod di Kyrgizstan.

    BACA: Erdogan: Kami Tak Perlu Izin Siapapun Beli Sistem Rudal Rusia

    Presiden Turki tersebut mengatakan Ankara dan negara sahabatnya tak boleh menunda upaya memerangi Organisasi Teror Fetullah atau FETO, demikian laporan Anadolu --yang dipantau di Jakarta, Selasa pagi, 4 September 2018.

    FETO dan pemimpinnya, yang berpusat di AS, Fetullah Gulen, mendalangi upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016, yang membuat 251 orang gugur dan hampir 2.200 orang lagi cedera. Ankara juga menuduh FETO berada di belakang aksi lama untuk menggulingkan pemerintah melalui penyusupan ke berbagai lembaga Turki, terutama militer, polisi, dan lembaga kehakiman.

    Erdogan menambahkan organisasi teror itu telah membentuk satu susunan organisasi dengan mendirikan lembaga pendidikan di seluruh dunia serta di Turki. Pertemuan puncak tersebut dituan-rumahi oleh Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov, dandi Pusat Kebudayaan Rukh Ordo.

    Selain Presiden Turki, Azerbaiyan, Kazakhstan, dan Uzbekistan, perdana menteri Hongaria juga menghadiri pertemuan itu sebagai pengamat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.