Jokowi Kembali Panggil Menteri Ekonomi ke Istana Pagi Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), dan Menkeu Sri Mulyani di sela-sela rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 18 Juli 2017. Presiden memimpin dua rapat terbatas hari ini. ANTARA/Rosa Panggabean

    Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), dan Menkeu Sri Mulyani di sela-sela rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 18 Juli 2017. Presiden memimpin dua rapat terbatas hari ini. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini kembali memanggil para menteri sektor ekonomi dan kepala lembaga ekonomi ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Dengan begitu, pemanggilan kali ini merupakan yang kedua dalam pekan ini setelah sebelumnya Presiden memanggil mereka pada Senin kemarin setelah tiba di Jakarta dari kunjungan kerjanya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Baca: Minta Impor Disetop, Jokowi: Saya Gak Main-main

    Pada pukul 09.00 WIB tercatat menteri ekonomi yang hadir di antaranya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan beberapa menteri lainnya.

    Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 08.31 WIB, nilai tukar rupiah melemah 30 poin atau 0,2 persen ke level Rp 14.845 per dolar AS. Kurs rupiah ini melemah setelah sebelumnya dibuka dengan depresiasi tipis 8 poin atau 0,05 persen di posisi Rp 14.823 per dolar AS.

    Usai dipanggil Jokowi ke Istana kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani kemarin menegaskan pemerintah berkomitmen melanjutkan strategi pengurangan impor dan meningkatkan ekspor, terutama di tengah krisis yang melanda sejumlah negara berkembang. “Hari ini, kami melaporkan kepada Presiden mengenai kondisi terkini dari perekonomian Indonesia," ujarnya, Senin, 3 September 2018. "Kami melihat dari pergerakan global dan akan kami waspadai karena dinamika yang berasal dari sentimen Argentina itu sangat tinggi."

    Sri Mulyani menjelaskan, untuk saat ini pemerintah fokus mengurangi sentimen dari neraca pembayaran. Selama ini yang disebut sebagai sumber sentimen dari perekonomian Indonesia adalah transaksi berjalan dan neraca perdagangan.

    Menurut Sri Mulyani, fondasi ekonomi Indonesia cukup stabil. Hal itu didasarkan atas rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan bahwa adanya adanya deflasi 0,05 persen pada Agustus 2018, sedangkan inflasi tahunan tercatat sebesar 3,2 persen secara year-on-year (yoy).

    Meski begitu, Sri Mulyani tidak menampik bahwa sentimen dari krisis global yang dialami oleh tiga negara berkembang yakni Argentina, Turki, dan Venezuela berpeluang memberikan dampak negatif bagi Indonesia. 

    Baca: Jokowi Kumpulkan Bupati Ingatkan Ancaman Ekonomi Global

    Selain Sri Mulyani, kemarin sejumlah menteri dan pejabat yang terlihat hadir di Istana menghadiri panggilan Presiden Jokowi adalah adalah Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Selain itu ada juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.