Jack Ma Jelaskan Kepastian Proyek Jack Ma Institute di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi dan Jack Ma (Instagram @jokowi)

    Jokowi dan Jack Ma (Instagram @jokowi)

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Alibaba Group Jack Ma bertemu dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta pada Ahad, 2 September 2018. Ia menuturkan salah satu yang diperbincangkan dalam pertemuan itu adalah tentang pendirian Jack Ma Institute.

    Simak: Jack Ma: Asian Games 2018 Sangat Sukses

    "Kami akan mempertimbangkannya, itu adalah tentang pengembangan sumber daya manusia dan enterpreneurship," ujar Jack Ma seusai pertemuan. Ia mengatakan rincian soal Jack Ma Institute akan dibicarakan lebih terperinci dalam kunjungan selanjutnya.

    Adapun dalam pertemuan tadi, pengembangan talenta memang menjadi salah satu topik perbincangan. Menurut dia, hal tersebut penting guna mengembangkan teknologi internet dan pasar digital di tanah air.

    Dalam perbincangan itu pula mereka membicarakan cara untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah serta anak muda. Sehingga, dua unsur tersebut nantinya dapat menangkap peluang bisnis yang disuguhkan e-commerce.

    Perbincangan soal sumber daya manusia sudah mengemuka sejak pertemuan bos Alibaba dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan di Bogor, Kemarin.

    “Ada beberapa tadi yang mengemuka dalam pembahasan tersebut, yang pertama adalah masalah talent, sumber daya manusia (SDM),” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam situs resmi Kominfo, Sabtu, 1 September 2018.

    Rudiantara mengatakan talent-talent yang dibutuhkan bisa berasal dari Unicorn yang kadang justru mengambil dari Bangalore, India, dan luar negeri lainnya. Dia berharap sumber daya manusia Indonesia lah yang memenuhi pasar talent dalam negeri. 

    Dalam perkembangannya, Rudiantara ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat pasar sumber daya manusia untuk negara-negara di regional.

    “Talent ini menjadi isu nomor satu di dunia saking cepatnya pertumbuhan digital economy ini sumber daya manusia yang belum bisa mengejar,” ujar Rudiantara.

    “Karena bagi Jack Ma bisnis bukan sebagai nomor satu lagi tapi, bagaimana kita memanfaatkan pemikiran pemikiran Jack Ma sebagai guru dan beliau sebagai investor dengan steering committee kebutuhan talent,” ujar dia. 

    CAESAR AKBAR | KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.