Ini Rekomendasi Saham untuk Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dari kanan, Direktur Keuangan Indo Tambangraya Megah Edward Manurung, Presiden Direktur Pongsok Thongampai, Investor Relation Yulius Ghazali saat jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indo Tambangraya Megah Tbk di Jakarta, senin (4/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    dari kanan, Direktur Keuangan Indo Tambangraya Megah Edward Manurung, Presiden Direktur Pongsok Thongampai, Investor Relation Yulius Ghazali saat jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indo Tambangraya Megah Tbk di Jakarta, senin (4/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Emiten yang memiliki pendapatan dalam dalam dolar menjadi rekomendasi saham yang layak dibeli pada pekan depan. Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan bahwa di tengah penguatan dolar terhadap mata uang rupiah, maka emiten yang akan terkena dampak positif yakni perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam dolar, seperti emiten batubara dan tambang.

    BACA: Akhir Agustus, IHSG Diprediksi Masih Menguat Terbatas

    Saat dihubungi Bisnis, Jumat 31 Agustus 2018, Edwin merekomendasikan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Timah Tbk. (TINS) dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

    MNC Sekuritas juga merekomendasi dua saham emiten barang-barang konsumsi yakni PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP). Dia juga merekomendasikan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) mengingat tinggi penjualan ekspor yang dicetak MARK.

    BACA: Madusari Murni Indah Resmi IPO, Lepas 351 Juta Saham

    Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Agustus 2018, IHSG memerah, turun 0,01% atau setara 0,5 poin menuju level 6.018,46. Sepanjang pekan ini, IHSG juga sempat menguat hingga 0,83%.

    Pada pekan depan, Edwin memprakirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran 5.950-6070. Setelah rilis laporan keuangan berakhir, maka kinerja saham emiten akan dipengaruhi aksi korporasi dan faktor eksternal seperti krisis di Turki menimbulkan kekhawatiran bagi negara berkembang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.