Pemerintah Ingin Indonesia Timur dan Australia Utara Semakin Terhubung

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo (dua dari kiri), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Trikasih Lembong (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kanan) usai melepas Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 1 September 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo (dua dari kiri), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Trikasih Lembong (tengah), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (dua dari kanan) usai melepas Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 1 September 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan membuka sejumlah jalur penerbangan baru untuk meningkatkan konektivitas kawasan Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara. Ini merupakan hasil dari buah kesepakatan Indonesia dan Australia yang telah resmi meningkatkan hubungan bilateral dalam kerangka Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA.

    BACA: Temui Jokowi, Presiden Namibia Minta Indonesia Bangun 2 Ribu Rumah

    "Australia ingin menambah sejumlah penerbangan langsung, kemungkinan akan menggunakan perintis, beberapa di antaranya seperti dari Darwin atau Melbourne menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Maluku," kata Menteri Perhubungan Budi Karya saat ditemui usai mengantar Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 1 September 2018.

    Peningkatan hubungan bilateral ini disepakati saat kunjungan perdana Perdana Menteri Australia Scott Morrison  ke Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat, 31 Agustus 2018. “Kami menyambut baik peningkatan hubungan dari comprehensive partnership menjadi comprehensive strategic partnership,” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangannya, Jumat, 31 Agustus 2018.

    BACA: Susi Pudjiastuti Gunakan Mikrofon Pesawat, Garuda: Kami Meminta

    Dikutip dari laman resmi pemerintah Australia, ada lima pilar utama yang disepakati dalam kerja sama ini. Kelimanya yaitu peningkatan kerja sama pembangunan dan ekonomi, peningkatan hubungan masyarakat kedua negara, kerja sama dalam aspek keamanan, kerja sama sektor maritim, dan peningkatan stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Indo Pasifik.

    Untuk itu, Kementerian Perhubungan tengah mengkaji lebih lanjut pilihan transportasi yang bisa digunakan. Salah satu yang memungkinkan yaitu penggunakan pesawat perintis yang disediakan oleh sejumlah maskapai asal Indonesia. Menurut Budi peningkatan sarana transportasi langsung ini tak hanya untuk pengembangan pariwisiata, namun juga untuk menggenjot perdagangan di antara kedua negara.

    Jauh sebelum itu, maskapai penerbangan Virgin Australia Transport memang telah berencana membuka rute penerbangan langsung Australia-Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rute itu dibuka untuk memudahkan kunjungan wisatawan asal benua Kangguru itu ke NTT.

    "Keikutsertaan kami dalam 'Komodo Travel Mart 2017' untuk mengumpulkan informasi terkait rencana pembukaan rute penerbangan Virgin Australia transport ke NTT," kata Manager Virgin Australia untuk Indonesia, Farshal Hambali, Kamis, 19 Oktober 2017.

    Tak hanya untuk menggenjot sektor pariwisata, pembukaan sejumlah penerbangan baru juga dilakukan untuk mendorong industri perikanan yang ada di Saumlaki atau Tual, Maluku. Selama ini, ikan di sana dikirim ke Surabaya terlebih dahulu sebelum diekspor ke Australia sehingga kesegarannya pun berkurang. "Nanti bisa langsung dengan pesawat perintis," kata Budi.

    Duta Besar Indonesia untuk Australia, Kristiarto S. Legowo, mengatakan dokumen lengkap dari kerjasama strategis ini akan tahun ini. Sejumlah kesepakatan tercantum di dalamnya, termasik MoU bidang perhubungan dan siber antara Indonesia dan Australia. "Peningkatan kerja sama ini membuat aspek yang disepakati lebih detail dan strategis," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.