Mengenal Bisnis Jack Ma hingga Menjadi 'Konco' Pemerintah Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jack Ma, Executive Chairman Alibaba Group dan pendiri Jack Ma Foundation. (Alibaba Group)

    Jack Ma, Executive Chairman Alibaba Group dan pendiri Jack Ma Foundation. (Alibaba Group)

    TEMPO.CO, JakartaJack Ma dijadwalkan menghadiri penutupan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu, 2 September 2018.. Kedatangannya juga terkait dukungan Asian Games 2022 yang akan digelar di Hangzhou, Cina. "Kami mengkonfirmasi bahwa Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma akan hadir pada acara penutupan Asian Games," ujar juru bicara Alibaba saat dihubungi, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Baca juga: Ini Misi Jack Ma Datang di Penutupan Asian Games 2018

    Pemilik Alibaba, perusahaan e-commerce asal Cina , ini berada di peringkat 21 orang terkaya sejagat. Menurut Majalah Forbes, kekayaan Jack Ma ditaksir mencapai US$ 38,2 miliar atau setara Rp 561,5 triliun. Di bursa saham New York, Amerika, perusahaan Alibaba Group Holding mempunyai nilai pasar sebanyak Rp 666 triliun.

    Lahir dari orang tua yang bekerja sebagai seniman teater tradisional, Ma berkenalan dengan bahasa Inggris sebagai pemandu wisata tanpa bayaran di Hangzhou. Ia dua kali gagal mengikuti ujian masuk universitas, tapi akhirnya bisa menjadi guru setelah masuk akademi guru lokal.

    Ma juga mengaku pernah ditolak 10 kali oleh Universitas Harvard dan tidak diterima saat melamar sebagai sekretaris untuk General Manager Kentucky Fried Chicken. Dia juga mengaku hanya tahu sedikit mengenai Internet, seperti berkirim surat elektronik, dan tak bisa menulis dalam bahasa komputer.

    Pada 1999, Ma memulai bisnis belanja online Alibaba dari apartemennya. Ketika Internet mulai merambah Cina, Alibaba dimulai sebagai situs bagi usaha kecil dan menengah untuk melakukan jual-beli secara online. Pada 2014, Ma menempati peringkat 110 dalam daftar miliarder Forbes, dengan kekayaan US$ 11 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.