Jokowi Ditawari Pinjaman US$ 1 Miliar untuk Proyek Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima delegasi khusus Perdana Menteri Jepang, di Istana Bogor, Jawa Barat, 19 Januari 2018. Pertemuan ini juga sebagai tindak lanjut atas pertemuan Jokowi dengan Perdana Menteri Shinzo Abe di Manila pada November 2017 lalu yang membahas kelanjutan kerjasama pembangunan infrastruktur di Indonesia.  TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima delegasi khusus Perdana Menteri Jepang, di Istana Bogor, Jawa Barat, 19 Januari 2018. Pertemuan ini juga sebagai tindak lanjut atas pertemuan Jokowi dengan Perdana Menteri Shinzo Abe di Manila pada November 2017 lalu yang membahas kelanjutan kerjasama pembangunan infrastruktur di Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menawarkan pinjaman dengan plafon mencapai US$ 1 miliar untuk proyek infrastruktur di Indonesia.

    Baca juga: Jokowi Terima Kunjungan Presiden Namibia di Istana Bogor

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono setelah pertemuan itu mengatakan kedatangan AIIB lebih merupakan courtesy call untuk menjelaskan bagian negara anggota AIIB.

    "AIIB komitmen mempromote dalam rangka bukan hanya pertumbuhan ekonomi satu negara tapi juga investment, salah satunya melalui infrastruktur. Dan untuk di productive sector, AIIB ini mem-promote pertumbuhan ekonomi melalui investasi di bidang infrastruktur dan produktif lain seperti manufaktur. Jadi kalau Indonesia punya bahan mentah, itu kan langsung diekspor, jadi ini dibantu itu (oleh AIIB) sehingga yang diekspor adalah barang jadi," kata Menteri Basuki, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Kemudian, kata Basuki, ke depan AIIB pun menawarkan komitmen senilai US$ 1 miliar kepada Indonesia sampai akhir 2018 untuk proyek infrastruktur pariwisata, bandara, hingga hydropower. "Komitmen menunggu kita. Sampai 2018 mereka siapkan segitu," katanya.

    Untuk kepentingan itu, Kementerian PUPR telah mengajukan proposal pendanaan untuk sejumlah proyek, di antaranya tiga proyek on-going yakni dam operational improvement and safety project (DOISP II) dengan jumlah pinjaman US$ 125 juta, national slump upgrading project dengan nilai pinjaman US$ 216,5 juta, dan strategic irrigation modernization and urgent rehabilitation project (SIMURP) dengan jumlah pinjaman US$ 250 juta.

    Baca juga: Jokowi Bertemu Anwar Ibrahim di Istana Bogor

    Semua proyek on going AIIB di Kementerian PUPR disebut Basuki merupakan co-financing dengan Bank Dunia.

    Sementara proyek yang masuk diusulkan dalam Rolling Plan AIIB (proposed projects) yakni Long Span Bride Development for Selected Area senilai pinjaman US$ 355 juta, National Road Improvement in Central Kalimantan senilai US$ 250 juta (dokumen kesiapan sedang disiapkan dengan ESP ADB), The Development of Regional Water Supply System of Jatigede senilai US$ 140,62 juta (dokumen sedang dalam proses) dan IKK Water Supply Program and Small Water Treatment Plant for Water Scarcity Area dengan nilai pinjaman yang diajukan US$ 50 juta.

    Presiden Jokowi menerima delegasi AIIB pada pukul 08.30 WIB di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 30 Agustus 2018. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.