Jumat, 16 November 2018

Dirut Garuda Indonesia Jelaskan Alasan Tutup Rute ke London

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati stand-stand travel perjalanan pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 12 Maret 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    Pengunjung memadati stand-stand travel perjalanan pada pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2017 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 12 Maret 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pahala Mansyuri angkat bicara ihwal penutupan rute penerbangan langsung dari Jakarta ke London dan sebaliknya. Rute ini rencananya akan ditutup mulai 28 Oktober 2018.

    Baca: Garuda Online Travel Fair, Harga Tiket Jakarta-Bali Rp 906 Ribu

    Menurut Pahala, alasan utama ditutupnya rute tersebut adalah pendapatan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Garuda hanya diperbolehkan mengisi 75 persen dari kapasitas pesawat Boeing 777-300 ER yang digunakan dalam penerbangan langsung ke London.

    "Salah satu alasan (penutupan rute tersebut) adalah sulit untuk memperoleh untung dengan adanya pembatasan jumlah penumpang," kata Pahala, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Dia menambahkan maskapai pelat merah tersebut akan kembali mengoperasikan rute Heathrow-Amsterdam-Jakarta sebanyak enam kali penerbangan per pekan. Sebelumnya frekuensi penerbangan Jakarta-Amsterdam hanya sebanyak tiga kali per pekan.

    Setelah dibuka pada 2014, pasar rute Jakarta-London sebenarnya memiliki tingkat keterisian rata-rata 75 persen dari kapasitas pesawat. Kapasitas pesawat sebetulnya dapat dioptimalkan jika tidak ada restriksi jumlah penumpang.

    Penumpang dari London biasanya wisatawan yang ingin melancong ke Bali atau melanjutkan penerbangan ke Australia. Pahala menyebutkan pasar potensial yang dapat ditangkap Garuda dari warga Inggris yang hendak ke Australia mencapai 1,6 juta orang per tahun.

    Pahala menuturkan sebagai pengganti, Garuda akan berkonsentrasi membuka rute internasional lain. Rencananya terdapat tiga destinasi yang akan dibidik, yakni Paris di Prancis, Manila di Filipina, dan Ho Chi Minh di Vietnam.

    Akan tetapi, ketiga rute tersebut belum akan dibuka pada tahun ini. Seperti diketahui, proses pembukaan rute internasional membutuhkan proses yang cukup panjang dan membutuhkan survei pasar hingga upaya diplomasi negara.

    Baca: Susi Pudjiastuti Gunakan Mikrofon Pesawat, Garuda: Kami Meminta

    Di sisi lain, pihaknya juga akan memastikan ketersediaan sumber daya seperti pesawat maupun set kru kabin. Penambahan rute Garuda Indonesia yang memiliki potensi tingkat isian penumpang (seat load factor/SLF) tinggi bisa meningkatkan kinerja maskapai. "Rute Paris, Manila dan Ho Chi Minh menunggu hingga Maret 2019," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.