5 Kekurangan LRT versi YLKI: dari Suara Rem hingga Tak Ada Peta

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    Rangkaian LRT Palembang melintas di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 23 Juli 2018. Selain itu, pengerjaan proyek dua jembatan Musi, Musi IV dan Musi VI, dua jembatan layang Keramasan, serta simpang Bandara SMB II, dikebut. Jembatan Ampera, yang merupakan ikon kota empek-empek tersebut, juga dipercantik. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Tulus Abadi mengatakan light rail transit atau LRT Palembang masih memiliki beberapa kekurangan yang harus diperbaiki demi kenyamanan penumpang. Pertama, Depo LRT tampak belum memiliki peralatan cukup, seperti lifting.

    Baca juga
    LRT Jakarta Rampung, Kelapa Gading - Dukuh Atas Hanya 45 Menit

    Ia menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi LRT Palembang dan menjajal kereta tersebut dari Stasiun Jakabaring menuju Stasiun Palembang Icon bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno beserta direktur BUMN. “Bagaimana mungkin sebuah depo tidak mempunyai peralatan yang cukup?” kata Tulus dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Kedua, Tulus mengomentari adanya bunyi yang cukup keras saat kereta LRT berhenti. Suara rem yang cukup keras juga dipertanyakan konsumen.

    “Saat kereta akan berhenti di stasiun dan mengerem, bunyi remnya berderit cukup keras. Suara derit ini dipertanyakan konsumen, ini ada apa?” ujarnya.

    Ketiga, menurut dia, pengeras suara di dalam gerbong LRT tidak terdengar jelas saat memberikan informasi. Jadi informasi terkait dengan pemberhentian stasiun tidak terdengar jelas oleh penumpang. “Apalagi kalah dengan suara derit rem dan suara berisik kereta,” ucapnya.

    Baca jugaSkybridge Hubungkan Halte Transjakarta dan Stasiun LRT Velodrome

    Keempat, ia menyampaikan, di dalam gerbong kereta belum ada peta perjalanan secara lengkap seperti pada kereta rel listrik di Jakarta. Kelima, Tulus menilai jembatan penyeberangan orang di Stasiun Jakabaring terlalu panjang. Panjangnya lintasan penyeberangan itu dapat menyebabkan masyarakat mengurungkan niatnya untuk menggunakan LRT. “Apalagi karakter orang Indonesia malas jalan kaki,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.