Madusari Murni Indah Resmi IPO, Lepas 351 Juta Saham

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk. Arief Goenadibrata membuka perdagangan saham perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 30 Agustus 2018.  (ISTIMEWA)

    Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk. Arief Goenadibrata membuka perdagangan saham perdana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 30 Agustus 2018. (ISTIMEWA)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Madusari Murni Tbk. resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 30 Agustus 2018 dalam initial public offering atau IPO. Pembukaan saham perdana PT Madusari Murni Tbk yaitu sebesar Rp 580 per lembar.

    Baca: Bangun Pabrik dan Beli Mesin, Madusari Lepas Saham ke Publik

    Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata mengatakan PT Madusari Murni Indah Tbk melepas sebanyak 351.000.000 saham atau sekitar 15,03 persen dari modal yang ditempatkan.

    “Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan disalurkan perseroan untuk 94,45 persen ke anak usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 30 Agustus 2018.

    Sedangkan sisanya akan disalurkan untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang anak usaha di daerah Jawa Timur. Arief mengatakan pada masa penawaran umum yang berlangsung tanggal 27 Agustus 2018, terjadi oversubscribe sebanyak 221,53 kali dari porsi penjatahan terpusat (Pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

    Ia berharap dengan momentum IPO ini bisa menjadi langkah awal bagi perseroan dalam meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi. “Manajemen Perseroan akan terus berupaya meningkatkan Tata Kelola Perusahaan (GCG) dengan baik,” tutur dia.

    PT Madusari Murni Indah Tbk tercatat sebagai emiten ke-34 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditahun 2018. PT Madusari Murni Indah Tbk juga merupakan emiten dari sektor industri dasar dan kimia yang pertama di tahun 2018 yang melantai di Bursa dengan kode emiten MOLI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).