Pertamina Masih Selidiki Penyebab Percikan Api di SPBU Pontianak

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah dispenser di SPBU milik Pertamina di Jalan Juanda, Kota Bekasi yang tidak ada nozle. Tempo/Adi Warsono

    Sebuah dispenser di SPBU milik Pertamina di Jalan Juanda, Kota Bekasi yang tidak ada nozle. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalimantan Barat masih menginvestigasi penyebab percikan api di SPBU Jalan Teuku Umar, Pontianak, yang terjadi pada Senin malam, 27 Agustus 2018.

    Baca juga: Nicke Widyawati Resmi Menjabat sebagai Bos Pertamina per Hari Ini

    "Hingga saat ini tim masih melakukan investigasi," kata Manajer Pemasaran Pertamina Cabang Kalbarteng Teuku Johan Miftah di Pontianak, Kamis, 29 Agustus 2018.

    Johan menjelaskan, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan ledakan dan tidak merusak fasilitas SPBU serta mobil tangki BBM. "Kejadiannya hanya sekitar satu menit. Api dipadamkan oleh petugas SPBU tersebut," katanya.

    Sebelumnya, pejabat bidang Komunikasi dan Relasi Pertamina Wilayah Kalimantan Didi Andrian menyatakan tidak terjadi kerusakan di SPBU tersebut, meskipun terjadi percikan api pada Senin, 27 Agustus 2018, sekitar pukul 21.00 WIB.

    Baca juga: Nicke Widyawati Bantah Ada Unsur Politik Jadi Bos Pertamina

    Didi menjelaskan, percikan api tersebut terjadi pada saat pemindahan BBM dari mobil tangki BBM ke tangki penampungan.

    Pihak SPBU tidak sedang melayani pembeli BBM, sehingga pemadaman menjadi lancar dan tidak ada konsumen yang terganggu kala itu.

    SPBU milik Pertamina di Jalan Teuku Umar tersebut pada Selasa, 28 Agustus 2018, sudah melayani konsumennya seperti biasanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.