September, Kereta Wijayakusuma Layani Penumpang hingga Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi Kereta Api Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Solo - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang rute perjalanan KA Wijayakusuma mulai 1 September 2018. Jika selama ini kereta itu hanya melayani rute Cilacap-Solo, September besok, kereta itu beroperasi dengan rute Cilacap-Banyuwangi melalui Surabaya.

    BACA: Kecelakaan Kereta Api Sancaka, KAI: Jalur Selatan Masih Lumpuh

    "Ini merupakan upaya kami memberikan layanan untuk menghubungkan tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur," kata juru bicara PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, Kamis, 30 Agustus 2018. Menurut dia, potensi penumpang di jalur tersebut memang cukup tinggi.

    Kebijakan itu juga diambil untuk memaksimalkan pendapatan KA Wijayakusuma. "Sayang kalau hanya dioperasikan Cilacap hingga Solo saja," katanya. Menurut Eko, perpanjangan rute itu telah melalui beberapa kajian.

    BACA: Antisipasi Lemparan Batu, PT Kereta Api Ganti Kaca Lokomotif  

    "Selama ini, untuk rute yang sama, hanya dilayani oleh dua kereta," kata Eko. Kereta tersebut adalah KA Logawa dan KA Sritanjung. Penambahan KA Wijayakusuma ini diharapkan bisa memberikan lebih banyak pilihan untuk konsumen.

    Sedangkan tarif yang akan diterapkan untuk perjalanan KA Wijayakusuma Cilacap-Banyuwangi adalah Rp 220 ribu. "Itu masih tarif promo, berlaku selama September," katanya. Eko mengaku belum mengetahui tarif yang akan diberlakukan setelah masa promo selesai.

    Rangkaian Kereta Api Wijayakusuma terdiri atas empat kereta eksekutif berkapasitas 200 penumpang. Selain itu, rangkaian akan menarik tiga kereta ekonomi premium berkapasitas 192 penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).