Lebih Kecil dari Ukurannya, Ini Kelebihan Peti Kemas Mini Pelindo

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COSURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana memproduksi Minicon atau peti kemas mini sebagai sebuah inovasi logistik yang praktis karena memiliki ukuran 1/3 lebih kecil dari peti kemas pada umumnya. 

    Baca jugaPelindo IV Catatkan Obligasi Rp 3 T untuk Danai Pelabuhan

    Engineering and ICT Director Pelindo III, Husein Latief menjelaskan Minicon tersebut digarap melalui anak usahanya yakni PT Pelindo Marine Service (PMS) dengan menggandeng Semen Indonesia Logistik (Silog) yang berpengalaman dalam bidang fabrikasi baja.

    “Minicon ini merupakan inovasi sebagai solusi atas permasalahan di lapangan pada industri layanan logistik kita. Nantinya 3 Minicon ini dapat dimuat sekaligus ke dalam satu peti kemas berukuran 20 TEUs,” jelasnya dalam keterangan rilis, Rabu 29 Agustus 2018.

    Dia menjelaskan, MiniCon dalam peti kemas dapat dibongkar langsung saat mencapai distribution center sehingga bisa langsung diangkut ke dalam truk. Keberadaan Minicon tersebut diyakini mampu menghapus biaya pekerja dan handling di gudang lokal.

    “Diharapkan pada skenario terbaik proses distribusi bisa lebih cepat 2-3 hari, sehingga pengiriman door to door juga lebih cepat. Biaya logistik pun lebih efisien di daerah-daerah yang cocok mengimplementasikan MiniCon,” jelasnya.

    Direktur Keuangan Silog, Retno Sulistyowati menambahkan, produksi MiniCon merupakan kerja sama kedua di antara Pelindo III dan Silog. Sebelumnya sudah terjalin di bidang angkutan.

    "Kami beharap ada kerja sama selanjutnya, Silog siap di bidang forwarding, pelayaran, dan distribusi semen. Semoga sinergi BUMN ini bermanfaat bagi bangsa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.