Jokowi Cerita Saat Presiden Bank Dunia Tak Punya Saran untuk RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menghadiri Young on Top (YOT) National Conference 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Presiden Joko Widodo saat menghadiri Young on Top (YOT) National Conference 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 25 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia mesti mengandalkan kemampuannya sendiri agar aman dari dampak goyangnya ekonomi dunia. Ia menuturkan seorang Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim saja tidak memiliki saran untuk Indonesia.

    Baca juga: Jokowi Bersyukur Ekonomi RI Tumbuh Meski Global Sulit Diprediksi

    "Saya tanya langsung gimana kira-kira prospek pertumbuhan ekonomi maupun keadaan ekonomi global secara umum, apa saranmu kepada Indonesia? Dia ngomong tidak punya saran, semuanya sulit diprediksi. Ya artinya menurut saya internal kita sendiri yang harus diperbaiki," kata Jokowi saat menerima anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018.

    Jokowi berujar saat ini banyak faktor yang membuat pelaku bisnis takut. Belum selesai perang dagang antara Cina dan Amerika, kini ada gejolak ekonomi di Turki.

    "Dan enggak tahu ada apa lagi yang menyebabkan kepastian ekonomi dunia semakin tidak menentu," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

    Menurut Jokowi, masalah terbesar ekonomi Indonesia saat ini adalah defisit transaksi berjalan yang sudah lama tidak dibenahi. Sebabnya, kata dia, pemerintah akan fokus mengatasinya. "Kami akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan," ujarnya.

    Selain itu, Jokowi menuturkan masalah lainnya adalah keseimbangan primer. Pemerintah menargetkan bisa menyelesaikannya dalam kurun setahun ke depan.

    Jokowi meminta Kadin pusat atau daerah bisa sama-sama membantu pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi. "Masih banyak sekali peluang-peluang untuk perbaikan-perbaikan yang bisa kita lakukan," tuturnya.

    Dalam pertemuan ini, hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani beserta 25 anggotanya. Menurut Rosan, yang hadir dalam pertemuan ini adalah para pengusaha muda penerus para konglomerat senior.

    "Jadi yang hadir ini generasi keduanya," ucap Rosan sesaat sebelum pertemuan dengan Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H