Kamis, 20 September 2018

50 BUMN Salurkan Bantuan Rp 13 Miliar untuk Korban Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melihat jalanan yang rusak akibat guncangan gempa berkekuatan 7,0 SR di Pelabuhan Kayangan, Lombok, 20 Agustus 2018. Bayu Wiguna/via REUTERS

    Seorang pria melihat jalanan yang rusak akibat guncangan gempa berkekuatan 7,0 SR di Pelabuhan Kayangan, Lombok, 20 Agustus 2018. Bayu Wiguna/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kembali mengunjungi Lombok untuk mendorong optimalisasi peran perusahaan negara dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat.

    Baca juga: Pergantian Mensos Dijamin Tak Pengaruhi Penanganan Gempa Lombok

    Rini pun mengapresiasi upaya yang telah dilakukan di antaranya mendirikan pusat rehabilitasi untuk penanganan trauma di posko pengungsian serta membangun rumah tinggal sementara yang layak dan tahan gempa.

    "Rumah tinggal sementara ini semoga bisa menjadi tempat yang lebih layak huni dibandingkan tinggal di dalam tenda selama fase pemulihan kondisi dan rumah tinggal permanen masing-masing. Tugas BUMN dalam fase pemulihan ini adalah membangun rumah sementara, MCK, bantuan kesehatan hingga pinjaman kepada para petani untuk modal kerja," kata Rini di Posko Sembalun, NTB, melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu, 26 Agustus 2018.

    Turut hadir mendampingi Rini, Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survey dan Konsultan Gatot Trihargo, Deputi Bidang Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, Staf Khusus II Judith Dipodiputro, Staf Khusus V Parman Nataatmadja, serta sejumlah Direksi BUMN dari Bank Mandiri, Bank BNI, Pertamina, Telkom, PLN, PPI, Semen Indonesia, ITDC dan Pertamedika.

    Rini juga mengapresiasi inisiatif para BUMN yang telah terlibat menyalurkan bantuan dan mendirikan posko di sejumlah daerah terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Hingga hari ini, bantuan BUMN untuk para korban dan pemulihan daerah terdampak gempa terus mengalir dan bertambah. Rini berharap bantuan BUMN ini bisa meringankan beban masyarakat NTB yang menjadi korban gempa bumi, sekaligus mendukung upaya-upaya penanganan pascabencana.

    Berdasarkan data Kementerian BUMN, hingga saat ini tercatat sudah ada 50 BUMN yang telah bersinergi menyalurkan bantuannya bagi para korban dengan nilai total mencapai Rp13,2 miliar. BUMN juga telah bersinergi mendirikan 38 posko bantuan untuk mendukung penanganan gempa.

    Selain bahan pokok, perusahaan-perusahaan milik negara juga memberikan bantuan kesehatan dan tenaga medis, ambulance, trauma center, layanan keuangan, alat berat hingga layanan energi. Posko-posko BUMN yang dibangun berada di wilayah Mataram, Kecamatan Gunung Sari, Senggigi, Pemenang, Sembalun, Bayan, Madayin, Kayangan, Sambelia, Batukliang Tanjung dan Gangga.

    Tak hanya itu, dalam upaya memastikan keberlangsungan kebutuhan dasar dan roda perekonomian setempat, PT Telkom juga memastikan pelayanan telekomunikasi tetap berjalan dengan layanan telepon dan SMS gratis, layanan charger, hingga SIM card gratis. Upaya lainnya seperti layanan energi oleh Pertamina, layanan listrik oleh PLN, layanan logistik bantuan oleh Pos Indonesia, layanan perbankan oleh Himbara, layanan pelayaran oleh ASDP dan Pelni, layanan sembako oleh Bulog hingga layanan transportasi udara oleh Angkasa Pura I dan Garuda Indonesia.

    Selain itu, BUMN juga telah mengirimkan bantuan 33 ton baja lapis seng untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan material bahan bangunan tersebut diberikan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebanyak 20 Ton dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia/PPI (Persero) sebanyak 13 ton. Pengiriman material baja lapis seng tersebut menggunakan pesawat bantuan dari Perancis, yaitu Airbus A400 yang diberangkatkan dari lapangan udara Halim Perdana Kusuma pada Jumat, 24 Agustus 2018.

    Secara teknis, spesifikasi bantuan material yang dikirimkan untuk korban gempa Lombok adalah jenis CRC dengan spesifikasi BjDC 1R dengan ketebalan 0,2 mm dan 0,25 mm serta lebar 914 mm. Baja tersebut kemudian dilapisi dengan galvalum (alumunium, zinc) dan galvanis (zinc) dengan ukuran panjang akhir masing-masing 1829 mm dan 3000 mm. Sebagai acuan dasar, jika lembaran baja dengan panjang tiga meter sebanyak 7.500 lembar, dapat digunakan untuk mengatapi sekitar 450 rumah tipe 45 atau 700 rumah tipe 21. Bantuan itu bertujuan untuk menjaga harga bahan material bangunan di Lombok dan sekitarnya agar tidak melambung tinggi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.