Rupiah Diperkirakan Bergerak di 14.550-14.680 Per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penguatan Kurs Rupiah Patut Diwaspadai

    Penguatan Kurs Rupiah Patut Diwaspadai

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 14.550 - Rp 14.680 per dolar Amerika Serikat pada pekan ini. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksi para investor masih akan melakukan panic sell-off pekan ini.

    Baca : Menko Darmin: Meski Sering Ditekan, Rupiah Bisa Kembali Bangkit

    "Ini dipicu oleh rilis rapat The Fed pada 22 Agustus lalu yang secara implisit menandakan Fed rate akan naik dua kali pada tahun ini," ujar Bhima kepada Tempo, Senin, 27 Agustus 2018. Bank sentral AS diprediksi menaikkan suku bunganya pada September dan Desember 2018, dengan kenaikan masing-masing 25 basis poin.

    Pada pekan ini, investor diperkirakan akan berburu instrumen keuangan berdenominasi dolar. Ini terlihat dari US dolar index masih bertengger di 95,4. Kemudian yield spread antara Treasury dan Surat Berharga Negara tenor 10 tahun semakin melebar.

    "Yield Treasury tercatat 2,82 persen sementara SBN menembus 8 persen," ujar Bhima. Semakin lebar yield spread, kata dia, menunjukkan investor asing cenderung menjual surat utang Indonesia. Krisis Turki dan ketidakpastian perang dagang antara AS dan Cina pun menambah parah keadaan ekonomi global.

    Berdasarkan Jakarta Interbank Dollar Rate Bank Indonesia, kurs rupiah menyentuh level Rp 14.655 per dolar AS pada Jumat, 24 Agustus 2018.

    Sementara, Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih melihat pekan ini belum akan ada isu yang menekan rupiah. Sehingga, pekan ini adalah waktu yang tepat bagi Bank Indonesia untuk menarik kurs rupiah ke level Rp 14.500 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.