Target Pajak Tahun Depan Bakal Teralisasi 98 Persen Asal ...

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama jajarannya melakukan konferensi pers terkait APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) semester I-2018 di gedung Direktorat Jendral Pajak, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Realisasi sampai dengan semester I-2018 adalah Rp 13.855 per dolar AS. Sementara suku bunga rata-rata satu semester sampai 31 Juli 2018 masih di 4,57%. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama jajarannya melakukan konferensi pers terkait APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) semester I-2018 di gedung Direktorat Jendral Pajak, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018. Realisasi sampai dengan semester I-2018 adalah Rp 13.855 per dolar AS. Sementara suku bunga rata-rata satu semester sampai 31 Juli 2018 masih di 4,57%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan saat ini kondisi penerimaan pajak dan perpajakan sedang dalam tren positif. Buktinya, kata dia, semua jenis pajak mengalami tren peningkatan yang signifikan.

    BACA: Penerimaan Pajak 2018 Diyakini Tercapai karena 3 Alasan Ini

    "Hingga semester pertama tahun ini semua jenis pajak naik, karena itu kami prediksi tahun depan pajak bisa rebound (tren naik)," kata Yustinus kepada Tempo, Ahad, 26 Agustus 2018.

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, penerimaan pajak hingga 20 Agustus 2018 mencapai Rp 760,57 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 10,68 persen dari penerimaan pada 31 Juli 2018.

    Pemerintah sebelumnya juga telah memproyeksikan penerimaan pajak tahun 2019 berdasarkan outlook sebesar Rp 1.572,3 triliun. Jumlah tersebut dinilai realistis untuk dicapai dengan tingkat pertumbuhan 16,4 persen dari outlook realisasi tahun ini.

    Yustinus memperkirakan dengan tren yang tengah membaik, realisasi penerimaan pajak pada tahun depan bisa mencapai hingga 98 persen. Asumsi ini menurut Yustinus didasarkan pada tiga hal.

    Pertama, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi meningkat ya, secara alami pasti akan meningkatkan jumlah pajak. Kedua, kepatuhan meningkat pasca tax amnesti.

    "Jadi orang yang dulu ikut memilih tax amnesti sekarang patuh sehingga setoran PPh pribadi naik dan PPh badan naik," kata dia

    Ketiga, saat ini pemerintah tengah melakukan ekstensifikasi pajak lewat penambahan wajib pajak baru. Selah satunya lewat kebijakan Pertukaran Informasi Data Nasabah Secara Otomatis atau Automatic Exchange of Informastion (AEoI).

    Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan tren pertumbuhan pajak tercermin dari semua jenis pajak utama yang tercatat tumbuh. Sementara penyumbang penerimaan terbesar yaitu PPh Badan sebesar 22,24 persen, PPh Pasal 21 sebesar 15,57 persen PPN Dalam Negeri tumbuh 9,44 persen dan PPN lmpor tumbuh 26,85 persen.

    Robert menilai hal ini memberikan indikasi positif, bahwa pemerintah mampu mencapai outlook realisasi penerimaan pajak 2018 yang diperkirakan sebesar Rp 1.351 triliun. "Dengan kata lain, realisasi penerimaan hingga akhir tahun 2018 diproyeksikan dapat tumbuh 17,38 persen," kata Robert, Kamis, 23 Agustus 2018.

    KARTIKA ANGGRAENI | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siapakah Shang-Chi, Pahlawan Terbaru Marvel?

    Marvel Studios merilis trailer baru untuk film Shang-Chi and The Ten Rings yang akan tayang pada September 2021.