Lamongan Targetkan 462 Badan Usaha Milik Desa Dirikan Toko Ritel

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan adanya holding, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berpotensi besar menjadi perusahaan berkelas internasional.

    Dengan adanya holding, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berpotensi besar menjadi perusahaan berkelas internasional.

    TEMPO.CO, LAMONGAN - Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur mendorong sebanyak 462 Badan Usaha Milik Daerah (BumDes) mendirikan toko ritel. Pemerintah Lamongan saat ini juga punya kebijakan khusus dengan tidak memberi izin baru pendirian toko ritel.

    Simak: Nilai Ekspor Lamongan Naik Rp 13 Miliar 

    Saat ini seluruh desa di Lamongan sudah memiliki BumDes, berikut 27 kecamatan juga telah mempunyai pelbagai unit usaha. Sedangkan toko ritel milik BumDes yang sudah mendirikan sebanyak lima unit bernama Lamongan Mart (LA Mart). “Kita targetkan semua BumDes punya toko ritel,” tegas Bupati Lamongan Fadeli dalam release yang diterima Tempo Sabtu 25 Agustus 2018.

    Sedangkan BumDes LA Mart yang sudah didirikan tersebar di lima kecamatan. Yaitu   Kecamatan Sukodadi, Maduran, Mantup, Kalitengah dan Pucuk. Untuk LA Mart milik BUMDes Bersama Unggul Mandiri Kecamatan Pucuk yang berlokasi di Desa Warukulon. Peresmiannya toko ritel  dilakukan secara serentak oleh Bupati Fadeli, Jum’at (24/8) sore.

    Bupati Fadeli memberi apresiasi kepada seluruh Kepala Desa dan Camat seluruh Lamongan yang telah mendirikan BUMDes dan BUMdes Bersama. Diharapkan, melalui BUMDes inilah, sumber daya alam setempat bisa dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian diharapkan pengelolaanya dilakukan secara profesional. “Jangan sampai hari ini saya resmikan, tiga bulan ke depan barangnya habis dan tidak bisa kulakan lagi, “ paparnya.

    Fadeli meminta agar dibuat identitas korporat untuk LA Mart semenarik mungkin. Seperti tulisan, warna, dan logo yang harus bercirikan Lamongan. Contohnya, di jalan utama antara Babat menuju Lamongan  tidak terdapat LA Mart Pucuk. Padahal lokasinya di pinggir jalan nasional. “Rupanya papan namanya yang tidak eye catching, “ ujarnya memberi contoh.

    Dia menyarankan agar di lokasi LA Mart juga dikonsep sebagai rest area. Dengan menyediakan tempat duduk yang nyaman, dan warung kopi untuk pengendera melepas lelah. Kemudian produk yang dijual, 25 persennya dari lokal. Tentu harus dikemas dengan baik dan kualitas produknya premium.

    Fadeli juga berharap LA Mart masuk di bisnis uang elektronik (e money) dan perniagaan elektronik (e commerce). Untuk itu dirinya mempersilahkan bekerjasama dengan lembaga perbankan yang paling siap.

    Sementara itu Camat Pucuk, Lamongan, Deddy Dian Ali mengatakan, di daerahnya ada BUMdes Bersama Unggul Mandiri. Di kecamatan ini memiliki empat unit usaha. Yakni usaha jasa, pertokoan, simpan pinjam dan penjualan alat mesin pertanian.”Sudah kita rintis itu,” ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.