Menjelang IMF-World Bank, Arus Lalu Lintas Bali Akan Direkayasa

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur BI Agus Martowardojo memukul tifa bersama saat membuka Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. Konferensi bertema Models in a Changing Global Landscape itu yang merupakan rangkaian dari IMF-World Bank Annual Meetings 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    (ki-ka) Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur BI Agus Martowardojo memukul tifa bersama saat membuka Konferensi Internasional Tingkat Tinggi di Jakarta, 27 Februari 2018. Konferensi bertema Models in a Changing Global Landscape itu yang merupakan rangkaian dari IMF-World Bank Annual Meetings 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-World Bank) pada Oktober 2018, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Bali dalam waktu dekat akan melakukan rekayasa arus lalu lintas di Kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung.

    Baca jugaIMF-World Bank Diharapkan Dapat Turut Promosikan Kesenian Daerah

    "Menjelang IMF, kami telah membentuk satgas pengawal, rute, dan parkir untuk para delegasi yang akan melakukan pertemuan di Bali guna mencegah kemacetan arus lalu lintas di kawasan Nusa Dua," kata Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena di Denpasar, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Upaya rekayasa arus lalu lintas ini dilakukan mengingat akan ada kurang lebih 15 ribu peserta VVIP dengan jumlah stafnya yang mencapai 50 ribu orang beserta puluhan kepala negara dan pemerintahan akan datang, pemerintah bank dunia, Chief Executive Officer dan Chief Financial Officer yang datang ke Pulau Dewata.

    Salah satu contoh rekayasa jalan yang akan dilakukan Ditlantas Polda Bali adalah dengan menerapkan sistem satu jalur di dekat Kampus Politeknik Universitas Udayana yang akan menuju Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK). "Karena di dekat kampus ini ada tanjakan yang terjal, sehingga bus dan kendaraan para delegasi ini bisa bermanuver di tanjakan dengan baik," ujar Nyoman Sukasena.

    Tidak hanya mengatur lalu lintas, Ditlantas Polda Bali akan mengatur parkir 2.000 bus yang rencananya tiba di Kawasan GWK saat berlangsungnya galadiner. "Kami upayakan 2.000 bus bisa terparkir di GWK dengan rapi," ujarnya lagi.

    Baca jugaIMF-World Bank, Pelabuhan Benoa Dibersihkan dari Kapal Eks Asing

    Terkait kesiapan kendaraan 2.000 bus tersebut, tegas Sukasena, disiapkan event organizer (EO) yang menyelenggarakan acara IMF-World Bank. Namun, terkait pengawalan para delegasi, anggota Polda Bali sudah siap untuk itu.

    "Kami juga sudah mengajukan ke Mabes Polri agar menambah 70 kendaraan sepeda motor dan 50 mobil patroli untuk mengawal para mobil delegasi yang melakukan pertemuan di Bali ini," ungkapnya.

    Ditlantas Polda Bali juga berencana pada pekan depan untuk melakukan uji coba dan rekayasa jalan di sekitar under pass simpang Ngurah Rai-Bandara Ngurah Rai guna melihat apakah ada dampak kemacetan atau tidak.

    "Pelaksanaan IMF-World Bank di Bali kami upayakan berjalan dengan lancar sesuai harapan bersama, karena penyelenggaraan konferensi ini akan membawa dampak perekonomian bagi Pulau Bali khususnya dan Indonesia umumnya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.